www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

Senin, November 17, 2008

MAU SAYA SAMPAIKAN SALAM KALIAN KE ROSULLULLOH?

Kamis, 13 November. Ba'da maghrib. Semua santri dan awail sudah selesai melaksanakan sholat Maghrib. Bacaan wirid setelah sholat terdengar serempak dilantunkan. Semuanya terlihat khusuk. Setelah selesai berdoa, "Kita baca surat Yasin, sholawat Taysir dan sholawat Fatih", kata Aby. Maka Jamaahpun membaca apa yg diperintahkan oleh Aby.
Biasanya jamaah yg ikut sholat maghrib tidak sebanyak ini. Ada tambahan orang2 dr luar memang. Mereka mungkin sudah dengar kabar, kalo malam ini adalah tasyakuran haji-nya Aby. Jadi ada sebagian jamaah luar yg ikut sholat di ma'had, ada pula yg menyusul kemudian.
Tahun ini Aby ada agenda untul melaksanakan rukun Islam yg kelima. Jamaah dr Surabaya ada yg berangkat bersama Aby juga. Pak Ahzam sekalian, Bu Qom dan suami, serta beberapa pasangan yg lain. Selama 40 hari ma'had akan melaksanakan aktifitasnya tanpa pengawasan dari Aby. Tetapi ada badalnya Aby yaitu ust. Syifa, yang akan membimbing teman2 selam Aby pergi haji.
Bacaan Yasin dan sholawat selesai. Aby kemudian bermushofahah dengan semua yg hadir pada waktu itu. Kemudian teman2 yg bertugas menyiapkan makanan sudah menyelesaikan tugasnya. Jamaah langsung membentuk kelompok2 kecil berjumlah 4 orang. Talam berisi makanan urap2 dan tempe sudah siap di depan masing2 kelompok. Baca doa sebelum makan secara bersama2, maka acara makanpun dimulai.
Ada ucapan dari Aby yg mungkin selalu teringat oleh jamaah yg hadir pada waktu itu. "mau saya sampaikan salam kalian ke Rosullulloh?". "Yaaaa...." Tanpa pikir panjang kamipun menjawab dengan serempak.



Sumber Kekufuran Terhadap Islam

QS al Baqarah: 105
Orang – orang kafir dari Ahli Kitab dan orang – orang musyrik tidak mengharapkan ada kebaikan dari Tuhan kalian yang diturunkan atas kalian. (padahal) Allah mengkhususkan rahmatNya bagi orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pemberi anugerah yang besar”

Uraian Ayat
Dengan sangat jelas ayat ini memberitahukan dan mengingatkan bahwa orang – orang Yahudi, Nashroni dan kaum musyrik, para penyembah arca dan berhala tidak suka jika kaum muslimin mendapatkan kebaikan. Kendati demikian Allah memiliki wewenang mutlak untuk mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya kepada orang yang Dia kehendaki. Di antara kebaikan itu adalah seperti berikut:

  1. Nubuwwah dan Risaalah.
Yahudi kecewa dan iri hati karena selama ini mereka sangat berharap Nabi yang dinantikan tidak datang dari anak keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ishaq. Melainkan dari keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ismail, yaitu bangsa Arab. Bangsa yang menurut mereka miskin, rendah dan tidak berhak mendapat kehormatan. Dalam hemat Yahudi dan Nashrani, bangsa mereka lebih berhak dengan Nubuwwah dan Risalah karena mereka adalah para ahli kitab dan mayoritas adalah orang – orang The Have (kaya raya). Dengan menolak Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam Yahudi telah mengingkari sejarah, ia hanya mengakui Ishaq sebagai putera Ibrahim dan tidak mengakui Ismail. Sementara kaum kafir Makkah, tidak terima dan menolak Risalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam karena Beliau seorang anak yatim yang tidak berharta. Mereka mengatakan, “Kenapa Alqur’an ini tidak diturunkan kepada lelaki mulia dari dua desa” QS az Zukhruf : 31. Klaim mereka ini dibantah oleh Allah dengan frimanNya:
“…Allah lebih mengetahui ketika Dia Menjadikan RisalahNya” QS al An’aam : 124.
Firman ini selain menunjukkan kemuliaan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang langsung dibela oleh Allah juga memberitakan bahwa Nubuwwah & Risalah merupakan suatu hal yang Exellent, sangat istimewa yang hanya diberikan kepada manusia istimewa yang dikehendaki oleh Allah dan tidak bisa didapatkan dengan usaha (Iktisaab). Ini berbeda dengan ilmu, harta dan kedudukan di mana setiap manusia mempunyai kesempatan dan peluang sama untuk mendapatkannya.
Iri hati dan kecewa mendorong Yahudi, Nashrani dan kaum musyrik untuk memusuhi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan menyiapkan berbagai macam cara demi mematahkan dakwah dan membunuh pelaku dakwah. Dalam sejarah tercatat Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengalami beberapa kali percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaum musyrik Makkah dan Yahudi di Madinah. Jika rasa iri (Hasad) membawa setan pernah berusaha melakukan upaya mengeluarkan Nabi Adam dari surga dan berhasil. Kemudian diikuti dengan usaha maksimal mengeluarkan anak keturunan Nabi Adam dari surga dangan mengajak kepada kekafiran sampai pada hari kiamat, maka seperti itu pula sikap Yahudi dan kaum kafir secara umum terhadap para pelaku dakwah. Iri hati kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam akan terus meluap hingga terwujud dalam tindakan melakukan pembunuhan terhadap para pewaris Beliau. Dalam hal ini adalah kaum muslimin yang konsisten menyuarakan dan mengajak kembali kepada ajaran Islam. Kenyataan akan kejahatan mereka terhadap Nubuwwah dan Risalah ini juga disebut oleh Allah dalam firmanNya:

“Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah Menurunkan karuniaNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba – hambaNya…” QS al Baqoroh : 90.
  1. Islam
Islam adalah yang agama dibawa, diajarkan dan disiarkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dengan beriman dan menjadi pengikut Beliau, umat ini mendapatkan bonus lain berupa predikat sebagai umat terbaik dengan Manhaj dan tatacara kehidupan yang istimewa dan sempurna, “Pada hari ini telah Kami sempurnakan untuk kalian agama kalian. Kami sempurnakan nikmatKu kepada kalian dan Kami rela islam sebagai agama kalian” QS al Ma’idah : 3. Nikmat yang besar ini kiranya menjadikan kaum tidak beriman iri hati yang dampaknya adalah senantiasa memusuhi dengan berusaha menghancurkan Islam.

Usaha penghancuran di antaranya berupa pencitraaan buruk terhadap Islam dan para pemeluknya. Islam dikesankan sebagai agama yang menganjurkan pembantaian dengan syariat Jihadnya. Pemeluk Islam adalah kaum teroris yang gemar menebar ketakutan di masyarakat. Islam berlaku diskriminatif terhadap wanita dengan hanya memberikan warisan separuh jumlah warisan pria. Islam mengekang wanita dengan mewajibkan mereka berjilbab dan tidak banyak keluar rumah. Belakangan Islam dikesankan dengan agama penuh mistik seperti yang kini setiap hari kita saksikan di televisi – televisi senjata mereka. Usaha pencitraan buruk dan menakutkan tentang islam ini biasa disebut dengan langkah Demonologi Islam. Penelusuran sejarah akan memberitahukan kepada kita semua bahwa usaha semacam ini untuk menghambat gerak laju Islam dan pencitraan buruk tentang Islam sudah terjadi sejak masa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Ketua suku Daus Thufail bin Amar pada musim haji datang di Makkah. Seperti telah direncanakan oleh orang – orang kafir agar jangan sampai ada ketua suku yang bertemu dan mendengar bacaan Alqur’an dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Karena itu ketika Thufail sampai di Makkah, para pembesar Quresy segera menyambut dan menghasut. “ Hai Thufail, terima kasih anda telah datang di negeri kami. Tetapi tolong anda waspada terhadap seorang lelaki yang muncul di tengah – tengah kami dan sangat menyusahkan kami. Dengan kata – kata seperti sihir ia telah mencerai beraikan persatuan. Memisahkan anak dengan orang tua dan isteri dengan suami. Kami sangat khawatir lelaki itu juga bisa memisahkan anda dengan suku anda. Oleh karena itu jangan sampai anda bertemu dan mendengar apapun darinya!”

Pencitraan buruk tentang Rasululloh Shallallahu alaihi wasallam ini berhasil. Thufail kemudian menutup telinganya dengan kapas agar jika bertemu dengan Beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak bisa mendengar apapun. Pencitraan buruk tentang Islam ini tiada lain adalah untuk menghalangi manusia dari Islam. Agar kwantitas Islam tidak semakin bertambah. Kendati begitu, informasi yang benar tentang Islam tidak bisa selamanya disimpan dan dirahasiakan. Thufail tak urung sempat sedikit mendengar bacaan Alqur’an ketika secara kebetulan berada dekat dengan Nabi Shallallahu alaihi wasallam di sekitar Ka’bah hingga akhirnya ia memeluk Islam. Realitas seperti ini juga terjadi pada zaman sekarang di mana masyarakat barat (Eropa dan Amerika ) yang selama ini hanya mendengar informasi negatif seputar Islam telah banyak yang memeluk Islam setelah mengetahui dengan betul performa Islam yang sebenarnya.

Iri hati terhadap Islam juga mendorong kaum kafir tidak menginginkan ada manusia yang memeluk Islam. Mereka sangat berharap semua manusia kafir seperti halnya mereka. “Mereka berharap andai saja kalian kafir seperti mereka telah kafir sehingga kalian semua sama saja” QS an Nisa’: 89. Karena itu aneka ragam cara dari yang paling halus sampai yang paling kasar, dari cara biasa sampai pada cara yang kejam dan biadab mereka lakukan semata demi mengkafirkan kaum muslimin. Watak jahat ini telah diperingatkan oleh Allah dalam firmanNya: “Dan mereka senantiasa memerangi kalian sehingga mereka bisa menarik kalian dari agama kalian jika mereka memang mampu” QS al Baqoroh: 217. Allah juga berfirman:

“ Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran…” QS al Baqoroh : 109.

  1. Alqur’an
Iri hati hati kepada Alqur’an mendorong pembohong besar Musailamah al Kadzdzab berusaha membuat sajak – sajak bahasa untuk menyaingi keindahan Alqur’an. Iri hati kepada Alqur’an sebagai Kitab yang sama sekali tidak berubah sedikitpun dan tetap terjaga seiring waktu yang terus berjalan juga membuat kaum kafir senantiasa berusaha untuk merubah susunan bahasa Alqur’an. Langkah ini ternyata sama sekali tidak berhasil hingga mereka beralih kepada tindakan pelecehan. Tulisan – tulisan Alqur’an dijadikan hiasan di tempat – tempat hina. Di sandal, lantai, dinding kakus, celana dalam, BH dan lain – lain. Rasa gemas terhadap Alqur’an yang telah memberikan suntikan semangat hidup dan perjuangan membela agama Allah hingga titik darah penghabisan juga memberikan kesimpulan kepada kaum kafir bahwa selama masih memegang Alqur’an maka umat Islam tidak akan pernah bisa terkalahkan. Dari sini kemudian sasaran senjata mereka kemudian sebagian diarahkan kepada menjauhkan umat Islam dari Alqur’an. Umat Islam dibikin sibuk dengan selain Alqur’an. Salah satu wujud dari hal ini adalah dengan padatnya kurikulum pesantren oleh kajian – kajian fiqih satu Madzhab. Sementara kajian Tafsir Alqur’an dan Hadits porsinya sangat sedikit. Ini berdampak pada mudahnya kaum santri terpengaruh oleh pemikiran – pemikiran baru dalam Islam yang tidak berasal dari Islam. Sekedar diketahui bahwa sebagian besar yang terhanyut dalam kelompok JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah putera – putera pesantren.

Kenapa mudah terhanyut? Jawabnya karena dari segi pemikiran dan prinsip Islam, orang – orang yang sedikit atau sama sekali tidak mengkaji Tafsir dan hadits kosong dari prinsip dan pemikiran Islam. Akibatnya prinsip dan pemikiran selain Islam (Kapitalisme, Sosialisme, Pluralisme, Sekulerisme, Humanisme dan Isme - isme lain) dengan mudah masuk dan merasuk ke dalam pemikiran mereka. Fenomena ini merupakan buah dari pohon yang sejak lama ditanamkan. Dikisahkan bahwa pada masa penjajahan Belanda seluruh kitab bebas masuk ke Indonesia dan menjadi kurikulum di pesantren kecuali kitab – kitab Tafsir. Disebutkan bahwa ketika itu hanya Tafsir Jalalain yang diperkenankan masuk. Sementara Tafsir – tafsir lain dilarang. Ada apa di balik pelarangan ini? Tentu saja agar Alqur’an tidak bisa difahami secara total dan benar. Ingat Alqur’an adalah nikmat besar yang menjadikan kaum Kuffar iri hati ( Hasad ) dan seperti dimengerti Hasad adalah harapan supaya orang lain kehilangan nikmat.

  1. Kekayaan Alam & Kesejahteraan Hidup

Islam adalah agama yang menjanjikan surga bagi pemeluknya. Allohu Akbar, ternyata surga itu gambarannya sudah terbukti di dunia. Kekayaan alam berupa emas, batu bara, minyak bumi, uranium, tanah yang subur dan sebagainya seluruhnya ada di negeri – negeri tempat tinggal mayoritas muslim. Kondisi ini membuat kaum kafir iri hati sehingga terjadilah penjajahan terhadap negeri – negeri Islam. Kekayaan negeri Islam dirampok dengan berbagai macam cara dan aneka ragam senjata. Cara mileterisme seperti yang sekarang terjadi di Afghanistan, Iraq, dan Somalia,. Atau cara menjerat dengan hutang seperti yang sekarang dialami Indonesia. Keadaan seperti ini sudah barang tentu menyengsarakan masyarakan Islam. Eksistensi terancam, dan kesejahteraan hidup lenyap. Padahal sebenarnya mereka memiliki potensi dan sumber daya yang memadai. Realitas bahwa kaum kafir sangat menginginkan umat Islam sengsara telah diingatkan oleh Allah dalam Alqur’an:

“ …mereka berharap sesuatu yang menyengsarakan kalian. Sungguh telah jelas kebencian dari mulut – mulut mereka….” QS Ali Imron: 118.


Senin, November 10, 2008

YASYFIN

Jika ada kesempatan berkunjung ke ma'had (kapan2 mungkin). Cobalah perhatikan di depan ma'had. Ada ruang baru yg baru saja di "sulap" menjadi klinik. Ya, sebuah klinik. Di ma'had sekarang ada klinik baru. Abi menamainya "YASYFIN". Itu tertulis di tembok depan diatas pintu klinik.
Sekarang, prosesnya masih menyiapkan tempat dan peralatan. Diharapkan dalam waktu dekat klinik bisa beroperasi. Nantinya bukan warga ma'had saja yg bisa menikmati fasilitas ini, tetapi masyarakat umumpun bisa menikmatinya juga.
Bekerjasama dengan dr. Taufik dari RS Madinah, klinik Yasyfin bisa melayani kebutuhan masyarakat akan kesehatan sekaligus juga sebagai saran da'wah


92 MHz

Pagi2 buta, sebelum Subuh, sayup2 terdengar lantunan dzikir secara berjamaah. Hal itu berlangsung sampai matahari "menampakkan" dirinya. Rupanya itulah kebiasaan yang sudah berlangsung lama di ma'had Nurul Haromain. Setiap malam (3 dinihari) santri sudah siap di musholla utk melakukan qiyamullail, dilanjutkan dengan wirid. Jika biasanya "kebiasaan" itu terdengar di sekitar ma'had saja, maka sekarang hal itu bisa terdengar sampai 6 km atau lebih dari arah ma'had. Lho?? gak malah ngganggu??
Ternyata, kegiatan ma'had sekarang sudah bisa diikuti melalui radio. Siaran (meskipun masih percobaan) sudah dimulai pada waktu Istihlal tgl 26 Oktober kemarin. Dengan peralatan yg dirakit oleh tim dari pak Munir, radio FM Shoutul Haromain (suara Haromain) 92 MHz jadi bisa didengar oleh masyarakat banyak didaerah Pujon dan sekitarnya.
Banyak harapan dari masyarakat dari radio ini. Diantaranya, ke depan radio bisa jadi ajang komunikasi antara masyarakat dengan ma'had. "Kalo kita ada persoalan yg mau kita tanyakan ke pondok, kita bisa nelpon langsung ke radio pada acara Fas'alu. Kalo datang langsung ke pondok kita bingung juga, mau nanya ke siapa?" Kata pak Munir ketika beliau dg tim merakit perlatan radio.
Sekarang, ikhwan2 ma'had bisa berda'wah melalui udara.....

Minggu, November 09, 2008

SEMBILAN

Jika mendengar kata "sembilan" mungkin dalam benak kita ada banyak persepsi. Jika suka nonton bola, sembilan biasanya identik dengan nomor punggung seorang striker. Jika dihubungkan dengan sejarah Islam dinegara kita, sembilan identik juga dengan jumlah wali penyebar Islam ditanah Jawa yang terkenal dengan sebutan Walisongo.
Tapi akhir2 ini di ma'had Nurul Haromain, kata "sembilan" begitu sering disebutkan. Itu tak lain karena Aby telah menunjuk sembilan orang untuk menggodok sistem pembelajaran atau metodologi dalam belajar-mengajar al Quran dilingkungan Nurul Haromain. Dan Aby memberikan nama buat mereka "Tim Sembilan".
Tugas tim sembilan adalah, menyusun metodologi pengajaran al Quran di lingkungan ma'had Nurul Haromain, selain itu juga mengadakan pembinaan rutin tentang al Quran (bacaan, makhroj, sifat, tajwid, dll) di lingkungan ma'had juga.
Maka dari itu, dalam beberapa minggu terakhir, rekan2 santri terus mengaji al Quran bit tartil (dengan memakai kaidah bacaan yang benar) yang di bimbing oleh akhi Sholahuddin Nidhom.
Setelah melaksanakan bimbingan, ikhwan santri dites satu persatu oleh tim sembilan. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan ikhwan sebelum dan sesudah bimbingan.