www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

www.nurulharomain.org

|| Manfaatkan juga kolom silahturrahmi sebagai media sapa untuk semua || stay update on www.nurulharomain.org

Jumat, Desember 25, 2009

ISTIGHFAR ASYURO



رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَـَنا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ . 10
وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِّنَ الْخَاسِرِيْنَ 10 .
رَبِّي إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِي 10
لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ 10
أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ 15
أَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَـِّر مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ . 15
سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْـزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ . الْحَمْدُ ِللهِ مِلْءَ الْمِيْـزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ . أَلله أَكْبَر مِلْءَ الْمِيْـزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ . لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلاَّ إِلَيْهِ
سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ الله التَّامَّاتِ كُلِّهَا . الْحَمْدُ ِلله عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ الله التَّامّـَاتِ كُلِّهَا . ألله أَكْبَر عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ الله التَّامَّـاتِ كُلِّهَـا . أَسْأَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ .
أَسْتَغْفِرُ اللهَ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا 100
أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَايَا 40
رَبِّ اغْفِرْلىِ وَلِوَالِدَيَّ 40
سُْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 1
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِى لاَ اِلَهَ إِلَّا هُوَ1

ISTIGHFAR ASYURO

Robbanaa Dzolamnaa Anfusanaa Wa Inlam Tagfir Lanaa Watarhamnaa Lanakuunanna Minal Khoosiriin (10X)
Wa Inlaa Tagfirlii Wa Tarhamnii Akun Minal Khoosiriiin (10X)
Robbi Innii Dzolamtu Nafsii Fagfirlii (10X)
Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minad Dzholimiin (10X)
Allohumma Anta Robbi Laa Ilaha Illa Anta Dzholamtu Nafsi Wa'taroftu Bidzambi Faghfirlii Innahu La Yaghfirud Dzunuba Illa Anta (15 X)
Allohumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta Kholaqtanii Wa Anaa Abduka Wa Anaa 'Alaa 'Ahdika Wa Wa'dika Mastatho'tu 'A-'uudzubika Min Syarrimaa Shona'tu Abuu-Ulaka Bi Ni'matika 'Alayya Wa Abu-U Bidzambii Faghfirlii Fa Innahu La Yaghfirud Dzunuuba Illaa Anta(15 X)
Subhanalloh Mil-Al Miizaani Wa Muntahal 'Ilmi Wa Mablaghor Ridlo Wa Zinatal 'Arsyi
Al Hamdu Lillah Mil-Al Miizaani Wa Muntahal 'Ilmi Wa Mablaghor Ridlo Wa Zinatal 'Arsyi
Allohu Akbar Mil-Al Miizaani Wa Muntahal 'Ilmi Wa Mablaghor Ridlo Wa Zinatal 'Arsyi
La Malja-a Walaa Manja Minallohi Illa Ilaihi
Subhanalloohi Adadas Syaf'I Wal Witri Wa Adada Kalimatillahit Taammati kullihaa
Al Hamdulillah Adadas Syaf'I Wal Witri Wa Adada Kalimatillahit Taammati kullihaa
Allohu Akbar Adadas Syaf'I Wal Witri Wa Adada Kalimatillahit Taammati kullihaa
As-Alukas Salaamata Bi Rohmatika Ya Arhamar Roohimiin Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'Aliyyil 'Adzhiim
Astaghfirulloha Innahu Kana Ghoffaro (100X)
Astagfirulloh Robbal Baroya Astaghfirulloh Minal Khothoya (40X)
Robbigfirly Waliwa Lidayya (40X)
Astaghfirullohal Adhzim Alladzi la ilaha illa huwa (1X)
Subhanalloh wabihamdihi Subhanallohil Adzhim (1 X)

Wa Shollohu 'Ala Sayyidinaa Muhammadin Wa 'Ala Alihii Washohbihii Wa Sallam
Wal Hamdulillhi Robbil 'Alamiin
***Robbana Taqobbal Minna Waqbalnaa Bisirril Fatikhah***

ASYURO & AMALANNYA



Kemuliaan bulan Muharrom
Muharrom menjadi mulia bulan mulia karena memang dipilih Alloh ta’ala sebagai salah satu bulan dari 4 bulan mulia (Asyhurul-Hurum).
Alloh berfirman dalam surat At-Taubah 36:
Sesungguhnya bilangan bulan pada posisi Alloh adalah 1bulan……
4 BULAN MULIA
Artinya :
36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri[641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
====================
[640]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Dzul-Qaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.
Dalam suatu riwayat dikemukakan peristiwa sebagai berikut: Pada bulan Dzulqaidah Nabi Muhammad dengan para shahabatnya berangkat ke Mekah untuk menunaikan umrah dengan membawa qurban. Setibanya di Hudaibiah, dicegat oleh kaum Musyrikin, dan dibuatlah perjanjian yang isinya antara lain agar kaum Muslimin menunaikan umrahnya pada tahun berikutnya. Pada bulan Dzulqaidah tahun berikutnya berangkatlah Nabi Muhammad beserta shahabatnya ke Mekah, dan tinggal di sana selama tiga malam. Kaum musyrikin merasa bangga dapat menggagalkan maksud Nabi Muhammad untuk umrah pada tahun yang lalu. Allah Ta’ala membalasnya dengan meluluskan maksud umrah pada bulan yang sama pada tahun berikutnya. Turunnya ayat tersebut di atas (S. 2: 194) berkenaan dengan peristiwa tersebut.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.)

[641]. Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.
Para ulama’ berbeda pendapat tentang bulan manakah yang lebih mulia daripada bulan yang lainnya diantara empat bulan ini?
Imam Hasan berkata, yang paling utama dari beberapa bulan tersebut adalah bulan Muharrom.
Dalam kitab ذكريات ومناسبات halaman 24 Abuya Assayyid Muhammad bin ‘Alawy Al-Maliky Al-Hasany menjelaskan bahwa kemuliaan bulan Muharrom disamping karena ayat di atas, juga karena Rosululloh sengaja memilihnya sebagai bulan mulia dengan menyebutnya sebagai SYAHRULLOH ; شهر الله ; bulan Alloh. Sebutan ini sama persis dengan Nabi Muhammad dipilih Alloh dengan sebutan Rosululloh ; رسول الله, Nabi Ibrohim dipilih sebagai kekasih lebih dari para nabi yang lain dengan sebutan KHOLILULLOH ; خليل الله . Bahkan ketika banyak bangunan dari batu didirikan di muka bumi ini, tetapi Alloh hanya memilih Masjidil Harom yang di dalamnya ada Ka’bah dan Hajar As’a, demikian juga bangunan-bangunan (masjid) yang digunakan untuk menyembah hanya kepada Alloh saja dengan sebutan BAITULLOH ; بيت الله .
Lebih dari itu Abuya juga menjelaskan lebih detail lagi tentang kemuliaan bulan pertama di tahun Hijriyah ini juga Asyhurul-hurum yang lain, dengan sebuah penjelasan yang dinukil dari pendapat Asy-Syaikh Ali bin Abi Tholhah dan Asy-Syaikh Ibnu Rojab yang mengatakan bahwa 4 bulan tersebut mempunyai kehormatan karena mendapat kehormatan langsung dan khusus dari Alloh Ta’ala. Karena beribadah pada bulan-bulan tersebut sangat besar pahalanya dari pada dilakukan di luar asyhurul – hurum, di samping itu apabila ada seseorang berbuat dosa di dalam asyhurul-hurum maka dosanya pun juga dilipat-gandakan.
Dari sisi sejarah peradaban manusia, kita bisa mengambil ‘ibroh dan contoh kasuksesan dan keberhasilan para nabi terdahulu sebelum nabi Muhammad, bahkan pada peradaban manusia era nabi Muhammad sendiri hingga kini, ternyata Alloh Ta’ala berkehendak menempatkan bulan Muharrom sebagai bulan awal perubahan kehidupan manusia. Misalnya ;
1. Nabi Adam ‘alaihissalam mengawali kesuksesan hidup di bumi ini dengan diterima taubatnya oleh Alloh yang juga tepat di bulan Muharrom ini. Jadi Selama perpindahan serta perpisahan Nabi Adam dan ibunda Hawwa’ dari sorga ke bumi beliau beristighfar terus dengan bacaan istighfar yang diabadikan Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an di surat ke-7 Al-A’rof ayat 23 juz 8 ;
Keduanya berkata Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengmmpuni kami
istighfar nabi Adam - إستغفار نبي الله آدم
Artinya;
Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
Maka tepat tanggal 10 Muharrom atau yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyuro Alloh Ta’ala menerima taubat dan istighfar nabi Adam ‘Alaihis-Salaam.
Peristiwa kedua dalam sejarah peradaban dunia, Nabi Nuh ‘Alaihis-Salaam, ternyata sukses dalam menjalani hidup dengan kesabaran yang luar biasa hingga Alloh Ta’ala memilihnya sebagai salah seorang Nabi yang bergelar ‘Ulul ‘Azmi. Namun sekali lagi Alloh Ta’ala sengaja menempatkan puncak cerita kehidupan Nabi pembuat Kapal ini, juga dalam bulan Muharrom. Yaitu saat Alloh Ta’ala menyelamatkan Nabi Nuh dan 99 pengikutnya dalam kapal dari banjir bandang terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Maka berlabuhlah kapal nabi Nuh di bukit Judiy. Cerita ini diabadikan Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an surat ke-11 Hud ayat 44 juz 12, yang artinya :
Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”
Ternyata Nabi Nuh juga mempunyai amalan istighfar seperti Nabi Adam namun dengan redaksi yang berbeda :
QS Nuh 28
Ya Tuhanku Ampunilah aku dan ibu bapak ku juga orang orang yang masuk kerumahku dengan beriman
istighfar nabi nuh
QS Hud 47
Nabi Nuh Berdo'a Ya Tuhanku , sesungguhnya aku berlindung kepada engkau …….

Nabi Musa Alaihis-Salaam, juga mempunyai cerita yang sama. Di bulan Muharrom Alloh sengaja memilihnya sebagai bulan awal kesuksesan karena di hari ke-10 Muharrom Alloh Ta’ala menyelamatkan dari kejaran Fir’aun. bahkan Fir’aun pun ditenggelamkan pada hari yang sama. dan ternyata Nabi musa pun punya istighfar :
QS Al A'rof 151
Nabi Musa Berdo'a Yatuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam rahmat Engkau,….
Dalam hadits Rosullulloh yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dari hadits Abi Dzar, beliau berkata : aku bertanya kepada Rosullulloh shollallohu ‘alaihi wasallam, “malam apakah yang paling utama dan bulan apakah yang paling utama?” Maka beliau menjawab : “Sebaik-baik malam adalah pertengahan malam, dan paling utamanya bulan adalah bulan yang kalian semua berdo’a didalam bulan tersebut, yakni Muharrom”.
Kita juga tahu Alloh subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dalam keadaan lemah yang tidak mempunyai daya apapun. Dan diantara kelemahan yang selalu menghinggapi manusia adalah lupa. Baik itu lupa akan pekerjaan yang telah dilakukan, lupa dimana kita menempatkan barang, ataupun lupa akan dosa yang telah kita lakukan.
Akan tetapi, walaupun Alloh subhanahu wa ta’ala memberikan sifat lupa kepada manusia, yang dengan lupa tersebut manusia menjadi durhaka dan berbuat seenaknya (ma’shiat), Alloh memberi kita dan menyiapkan bagi kita pelebur dosa yang dapat membersihkan dosa yang telah mereka lakukan. Diantara sarana yang disediakan Alloh adalah :
1. Segera menyusul kejelekan yang telah dilakukan dengan kebaikan. Karena dengan itu, niscaya kebersihan akan melebur dosa-dosa akibat kejelekan yang telah dilakukan.
2. Banyak membaca sholawat kepada Rosullulloh shollallohu alaihi wasallam.
3. Banyak membaca istighfar dan menyesali dosa yang telah dilakukan.
Ketiga hal ini adalah kebaikan secara umum yang bisa kita lakukan dimana saja dan kapan saja. Sementara itu, disana ada waktu dan tempat yang kita dianjurkan secara khusus untuk memanfaatkannya sebagai sarana pelebur dosa dan memohon ampun. Salah satu dari waktu yang dianjurkan itu adalah pada bulan Muharrom, tepatnya pada tanggal 10 Muharrom, yang biasa dikenal dengan Asyuro.
Pada waktu Asyuro tersebut, Rosullulloh menganjurkan umatnya agar menggunakan dengan baik hari itu untuk meminta ampunan pada Alloh dengan cara berpuasa pada hari itu. Dan diantara fadhilah (keutamaan) puasa Asyuro adalah melebur dosa kita setahun yang telah lewat.
Akan tetapi, karena puasa Asyuro juga dijalankan oleh orang-orang Yahudi, maka agar kita sebagai Muslim tidak menyerupai mereka, kita disunnahkan juga berpuasa sehari sebelum Asyuro, yaitu pada tanggal 9 Muharrom, yang dikenal dengan Tasu’a. Atau puasa sehari sesudah Asyuro’ yakni tanggal 11 Muharrom.

SEJARAH HARI ASYURO

Hari Asyuro dan puasa didalamnya tidak hanya dikenal pada zaman Rosullulloh shollallohu alaihi wasallam saja. Akan tetapi puasa hari Asyuro sudah dikenal pada zaman jahiliyah.
Dalham bin Sholeh bertanya pada Ikrimah, “Ada apa dengan Asyuro?” Ikrimah pun menjawab : “Orang Quraisy pernah melakukan dosa pada masa jahiliyah, dan dosa itu terasa berat dihati mereka. Mereka pun bertanya, bagaimanakah cara mereka bertaubat? Maka dikatakan bahwa mereka pun harus berpuasa pada tanggal 10 Muharrom (Asyuro)”.
Disamping sebagai sarana pelebur dosa, maka puasa Asyuro juga merupakan sebuah hari raya atau hari ulang tahun mengenang semua kejadian besar yang pernah ada didunia ini. Diantara kejadian-kejadian besar tersebut adalah :
1. Asyuro adalah hari pertama sejarah peradaban manusia dimulai, yakni ketika Nabiyulloh Adam alaihissalam bersama istrinya, sayyidatuna Hawwa turun kedunia.
2. Pada hari itu Alloh banyak sekali menerima taubat hamba-hambaNya yang bersalah, diantaranya pada hari itu Alloh menerima taubat Nabiyulloh Adam alaihissalam, taubat kaum Nabiyulloh Yunus alaihissalam dan taubat kaum Nabi Musa alaihissalam.
3. Pada hari itu Nabiyulloh Musa alahissalam dan kaumnya selamat dari kejaran Fir’aun dan tentaranya, sekaligus hari tengelam dan kematian Fir’aun beserta pasukannya dilaut Merah.
4. Pada hari itu pula, perahu Nabiyulloh Nuh alaihissalam berlabuh digunung Judiy.
Sebagai rasa syukur, maka Nabiyulloh Nuh dan Nabiyulloh Musa alaihimassalam pun berpuasa pada hari itu.
AMALAN SELAIN PUASA HARI ASYURO
Untuk menambah tabungan amal kita, selain puasa, ada beberapa amalan lain yang bisa dikerjakan pada hari Asyuro, yaitu :
1. Bersilaturrohim pada sanak saudara.
2. Bershodaqoh.
3. Mandi dengan niat taubat (mandi taubat)
4. Bercelak.
5. Berkunjung pada orang-orang Alim (orang yang mengerti ilmu agama)
6. Berbelas kasihan pada anak yatim dengan mengusap kepalanya dan memberinya uang atau yang lainnya.
7. Tawassu’ lil iyyaal, atau memberi keleluasaan pada keluarga. Sebagai contoh semisal menu makanan pada hari biasa adalah nasi, tempe dan sambal saja, maka pada hari Asyuro mengistimewakan makanan dengan makanan yang lebih disukai oleh keluarga.
8. Memotong kuku.
9. Membaca surat al Ikhlas sebanyak 1000x.
Kita juga dianjurkan pada sore hari dihari tersebut agar membaca istighfar yang telah dibaca oleh para Nabi. Dipilihnya istighfar para nabi utamanya sayyidul istighfar adalah dalam rangka mengambil ibroh, semangat dan manfaat. Atau dalam istilah ulama yang lain disebut dengan TAFA’ULAN ; تفاؤلا ;(NGALAP KETULARAN, bahasa jawa). Sebagaimana Imam Asy-Saafi’i dalam bab Fadlo’ilul-A’maal ; motifasi untuk beramal sholih, beliau lebih suka mengambil Hadits Dloif dari pada mengambil pendapat seseorang (ulama). Dengan kata lain, Lha wong para nabi saja beristighfar masa’ kita orang yang tiap hari jelas maksiatnya dan berbuat dosa koq malas atau bahkan enggan beristighfar, lha itukan kebangeten…!
لا كبيرة مع لإستغفار لا صغيرة مع الإصرار
Tidak ada dosa besar, bila terus disertai istighfar, dan tidaklah terus disebut dosa kecil , bila terus ber istighfar.
TERUS BERISTIGHFAR

Senin, Desember 21, 2009

PENYAMBUTAN TAHUN BARU 1431 HIJRIYAH


Dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah ma'had Nurul Haromain mengadakan kirab/karnaval TPQ se kecamatan Pujon yang diikuti kurang lebih 100 TPQ, 50 diantaranya adalah TPQ asuhan dari para santri Nurul Haromain sedangkan sisanya TPQ di yang berada di sekitar Pujon, Turut memeriahkan juga dalam acara ini penampilan kreasi dari para santri TPQ dan pembagian doorprize yang langsung di pandu oleh Bapak Direktur LPI Nurul Haromain Ust Fuad Yasin.
Kirab ini menempuh jarak kurang lebih 5 KM yang diiringi dengan mobil hias dari Play Group, TKIT Ya Bunayya, lalu setelah sampai di komplek ma'had para peserta disuguhi penampilan terbang jidor dan penampilan dari TPQ, Penampilan ini meliputi Tartil Qur'an, Pidato, Nasyid, dan tari Islamy.
Acara ini berlangsung kurang lebih 3 jam. Mulai jam 08:00 Wib pemberangkatan Kirab dari Lapangan Pujon lalu sampai di lokasi ma'had kurang lebih jam 10:00 Wib. Acara berakhir sampai pukul 12.00 wib (laporan dari ammi Tihad)


ratusan peserta ikut memeriahkan kirab


akhi Abd Fattah sebagai petugas pelepas kirab


halaman belakang ma'had penuh dengan manusia


ada penampilan dari adik-adik playgroup


peserta tetap setia menunggu ...(doorprize)

Kamis, Desember 17, 2009

SELAMAT TAHUN BARU 1431 H.


kullu aam wa antum bi khoiir.....

Rabu, Desember 16, 2009

As Shuhuf

Menuju Akhir, Membuka Awal

¤¤¤

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ
مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (At taubah/9; 36)


Tak terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki babak baru: tahun 1431 H. Semoga dosa kita di tahun ini termaafkan, dan di tahun depan, menjadi lebih baik. Amin.
Tahun hijriyyah mempunyai beberapa bulan haram (mulia) yg pahala kebaikan didalamnya ataupun dosa, akan dilipatkan minimal 70x. Bulan-bulan itu adalah: Muharram (bulan ke-1), Rajab (ke-7), Dzulqa'dah (ke-11) dan Dzulhijjah (ke-12). 3 bulan haram bersanding berturut-turut, setelah bulan 11, 12 pasti datang bulan ke-1. Dan 1 bulan, yakni bulan Rajab, sendirian di tengah tahun.
Jangan menyangka ini tanpa arti; semua ciptaanNya mempunyai suratan tersirat untuk Anda, saya dan semua! Lalu, apakah suratan dari deretan bulan tersebut?
Ya, kehidupan manusia. Kita terkadang mencapai masa dimana kita berada di puncak terjauh dariNya, dan diwaktu lain tenggelam dalam ibadah, ataupun berjalan biasa bagai air. Seperti itu pula, awal hijriyyah kita ditemani oleh bulan mulia Muharram, agar kita bisa mendekatkan diri padaNya, semaksimal mungkin; juga sebagai penyemangat amal dan memulainya dengan awal yang indah.
Setelah bulan itu, adalah lahan latihan kita: bisa atau tidak mempertahankan amalan seperti di bulan Muharram? Disana pun nanti ada bengkel perbaikan amal di tengah umur, di pertengahan tahun: bulan Rajab. Agar kita bisa menginstropeksi dan membersihkan diri setelah setengah tahun perjalanan hidup ini tercampuri dengan hal yang tiada diridhoi Alloh. Karena sebagai manusia tentulah kita tak akan bisa menghindarkan diri dari noda dosa.
Dan, sebagai hamba-Nya, kita seharusnya sadar, agar semakin menggiatkan amal baik, karena kita selalu medekati ajal; Dia memberi isyarat, dengan 2 bulan mulia yang sekaligus diformat diakhir tahun, agar kita menggiatkan amal diakhir tahun -sebagai isyarat bagai akhir usia, memperbaiki diri dan menutup perjalanan ini dengan akhir yang di damba... Apakah kurang surat dan isyarat yg ada, agar kita selalu memperbaiki amal?
Dan seperti yang telah disinggung di atas, dalam asyhurul hurum, Alloh memberikan satu keistimewaan. Yaitu amal baik di dalam bulan-bulan ini, akan dilipat gandakan pahalanya. Namun ada konsekuensinya pula, karena amal jelek juga akan digandakan dosanya. Karenanya, ketika memasuki bulan-bulan ini, sudah sepantasnya kita mengerahkan tenaga untuk lebih melakukan amal kebaikan. Begitu pula, tangan, kaki, telinga, mata, lidah, pendengaran, dan hati kita, meski diberikan penjagaan lebih agar tidak terjatuh dalam kedurhakaan kepada Alloh, karena balasan atas amal baik dan buruk pada bulan ini akan dilipat gandakan. Dan karena kita pun akan menuju fase terakhir perjalanan hidup kita di tahun ini


¤ Refleksi Akhir Tahun

Penghujung 2009 M,sekaligus penghujung 1430 H telah terlihat dekat di depan mata. Tahun baru telah menyongsong kita. Lalu apa yang kita hadirkan untuk masa depan hari-hari kita di tahun 2010/1431 ? Agenda apa yang telah kita siapkan? Planning apa yang akan kita susun?
Sudah seyogyanya tidak cuma urusan dunia dan kehidupan sehari-hari kita. Namun kita juga harus memperbaiki dan meningkatkan kualitas ruhani kita. Hal yang sebenarnya adalah titik dan inti dari tujuan asal penciptaan manusia. Yaitu menjadikan hidupnya bernilai ibadah, aplikasi penghambaan makhluk pada penciptanya, yang pada saat yang sama, justru merupakan sumber ketenangan makhluk itu sendiri (lantas, adakah yang kita cari selain rasa aman dan ketenangan hidup lahir batin?).
Sudahkah kita meluangkan waktu barang sejenak saja untuk merenung? Untuk bertafakkur? Untuk mengheningkan cipta berkontemplasi meraba jiwa dan diri? Apa yang telah kita lakukan sepanjang tahun ini? Bagaimana fluktuasi kualitas ruhani kita, Menunjukkan grafik meningkat atau malah menurun tajam? Jika memang naik, alhamdulillah, patut kita bersyukur, sekaligus tetap menetralkan hati pada posisinya agar tidak terpeleset pada perasaan bangga diri yang bisa mengerosi nilai ikhlas di hati kita. Dan jika makin menurun, saat yang tepat untuk menutup tahun dengan beristighfar, menyesal serta bertekad untuk memperbaiki diri di tahun depan.
Adalah tentu orang yang beruntung jika hari ini dia lebih baik dari kemarin.. Dan terpedaya jika hari ini kualitasnya stagnan tetap sama dengan kemarin.. Serta otomatis merugi jika hari ini lebih dan semakin memburuk daripada kemarin. Itu yang hari ini, bagaimana buat hari esok?
Kontemplasi yang terhenti dan masih terbatas dalam pembenahan jiwa dan diri sendiri. Sekarang, pergaulan kita dengan orang lain, perlu dan harus juga kita cari catatan merahnya dan harus kita garis bawahi. Apakah tingkah laku kita, kata-kata kita, sikap kita, melukai orang lain apa tidak? Ataukah di hati kita, masih ada ketidaksukaan pada orang lain atau tidak? Ataukah kita masih saja tidak peduli dengan keadaan orang lain atau tidak? Mengingat posisi kita sebagai makhluk sosial yang interaktif. Sebab hal itu semua berpengaruh pada pola kerja hati yang menjadi dinamo kehidupan kita. Sekali hati itu rusak oleh virus-virus penyakit hati, maka berarti terancamnya eksistensi kestabilan hidup kita secara vertikal dan horizontal sekaligus, harus segera kita tanggulangi sebelum memutus tali ikatan batin kepada sesama makhluk, dan tali ikatan ruhani kepada Allah Ta'ala.
Momentum akhir tahun yang tepat untuk kembali menata dan mengkontrasikan serta mengarahkan tujuan hidup kita pada jalan yang sebenarnya, apapun itu bentuk profesi dan status kita. Inna akromakum indallahi atqaakum. Sebaik-baik kalian menurut Allah adalah yang paling bertaqwa. Dan karena hanya Allah saja yang tahu siapa yang paling takwa, maka kita harus berkompetisi tanpa ada rasa rivalitas dalam meraih titel takwa itu.
Akhir catatan, hidup dan segala pengalaman juga kejadian yang telah lalu, adalah pelajaran. Tak akan ada kerugian jika kita melihat masa depan sebagai semangat dan tujuan, meniti masa kini sebagai jalan, dan meneliti masa lampau sebagai koreksi, peta dan pegangan.. Dan semoga kita makin baik di hari-hari ke depan, wallahu-l musta'an.

(Diambil dari posting-posting Grup Bengkel Jiwa, dengan perubahan dan penambahan)



¤ Bekal Untuk Akhir dan Awal Tahun


Puasa Akhir Dzul Hijjah dan Awal Muharrom

ذَكَرَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ عَنْ حَفْصَةَ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: مَنْ صَامَ أخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَأَوَّلَ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ جَعَلَهُ اللهُ تَعَالَى لَهُ كَفَارَةَ خَمْسِيْنَ سَنَةً، وَصَوْمُ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ بِصَوْمِ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا.

Al-Hafidz Ibnu Hajar menuturkan dari Sayyidah Hafsoh, sesungguhnya Rosululloh bersabda,: "Barang siapa berpuasa pada hari terakhir bulan Dzul Hijjah dan hari pertama bulan Muharrom, maka Alloh menghapus dosanya selama 50 tahun. Dan puasa sehari pada bulan Muharrom sama dengan puasa 30 hari.”

Do'a Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. [ اَللّهُمَّ ] مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ. [ اَللّهُمَّ ] وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. (٣×).

Do'a ini dibaca setelah Ashar pada hari terakhir bulan Dzil Hijjah, maka setan merasa menyesal menganggu kita selama setahun, tetapi semuanya gagal hanya karena do'a yang kita ucapkan ini.



Do'a Awal Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْراً. وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ. وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعوَّلِ. وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتَغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ (٣×).

Barang siapa membaca do'a ini sebanyak 3 kali pada malam pertama bulan Muharrom, maka akan aman dari gangguan syetan dan akan mendapatkan pengawalan dari 2 malaikat, insya Alloh.

Keterangan: Akhir tahun insya Alloh jatuh pada hari Kamis (17 Desember 2009 M). Sehingga do’a akhir tahun di atas, kita baca setelah sholat Ashar pada hari Kamis 17 Desember 2009 M, dan do’a awal tahunnya kita baca setelah sholat Maghribnya (malam Jum’at). Sedangkan puasanya, kita laksanakan pada hari Kamis dan Jum’at.

2012 = Kiamat ?

¤¤¤

Beberapa minggu terakhir ini, sebuah film sedang ramai diperbincangkan. Hingga MUI pun tidak mau ketinggalan mengeluarkan fatwanya akan film yang sedang booming tersebut. Ya, film yang bertitle 2012 ini memang fenomenal. Karena yang penulis ceritanya berani menggambarkan kejadian dahsyat yang disebutnya sebagai “kiamat”.
Dalam film yang berdurasi sekitar 2 jam lebih ini diilustrasikan terjadi gempa hebat yang meretakkan jalan-jalan, dan semakin bertambah parah hingga tanah dan bangunan pun ambles ke dalam sekalian. Energy panas bumi juga digambarkan keluar, gunung-gunung meletus, dan lahar-lahar panas mengalir menyebar ke mana-mana. Bangunan-bangunan di Amerika runtuh, patung Jesus, gereja Vatikan juga roboh disaat para jemaat sedang berdo’a. Para biksu di Cina yang tinggal di puncak gunung pun tak luput dari bencana ini. Hanya saja, Ka’bah, orang-orang yang haji dan sholat cuma dilihatkan sekilas saja tanpa tersentuh bencana (mungkin pihak pembuat film akan berpikir seribu kali bila mengikutkan Ka’bah dalam fenomena bencana dahsyat tersebut, khawatir akan timbul gelombang protes besar dari kaum muslimin). Dalam film tersebut juga, daratan Amerika tak luput dari terjangan tsunami yang memporak-porandakannya. Hanya saja yang membuat jangkal dan menggelitik pula, masih banyak manusia yang bisa selamat setelah menaiki kapal canggih yang telah dipersiapkan untuk mengantisipasi “kiamat” ini.
Ya, terlepas dari perdebatan dan berbagai tanggapan dari film kontroversial itu, kiranya ada 2 pelajaran mendasar yang dapat kita ambil dari hiburan film ini:
Bagaimanapun juga, sebagai seorang muslim kita wajib meyakini akan ada dan tibanya hari kiamat kelak.
Perlunya persiapan amal sholih yang berlipat banyak agar kita tidak termasuk ‘pelaku’ hari kiamat. Sebab orang-orang yang kelak menyaksikan hari kiamat adalah sejelek-jelek manusia, yang tiada mengenal Islam lagi.


Tanamkan Keimanan Akan Hari kiamat
Keimanan terhadap adanya hari kiamat adalah pelajaran mendasar yang wajib kita mengerti, dan juga kita tanamkan kepada anak-anak kita sejak dini. Keimanan ini pun menempati urutan kelima dari 6 rukun Iman. Dalam surat al Baqarah; 177, Alloh berfirman:

وَلكِنَّ الْبِرَّ مَنْ أمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأخِرِ
Akan tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Alloh, hari kemudian…

Dalam mandhumah Aqidatul Awam, as Sayyid Ahmad al Marzuqi mengatakan:

إِيْمَانُنَا بِيَوْمِ أخِرٍ وَجَبْ * وَكُلِّ مَا كَانَ بِهِ مِنَ الْعَجَبْ
Keimanan kita akan adanya hari kiamat adalah sebuah kewajiban, begitu pula akan hal-hal menakjubkan setelahnya.

Sedangkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan hari kiamat yang wajib pula untuk diimani adalah:
Barzakh, yaitu alam di antara kematian dan hari pembangkitan.
Pertanyaan di dalam kubur, nikmat kubur bagi ahli thoat, dan siksa kubur bagi yang biasa bermaksiat.
Pembangkitan dari kubur.
Penggiringan manusia ke padang Mahsyar.
Syafa’at.
Hisab (penghitungan amal) dan qisos (acara tuntut-menuntut).
Mizan, penimbangan amal baik dan juga amal buruk manusia.
As Siroth, yaitu sebuah jalan yang dibuat di atas neraka Jahannam. Di atasnya lah golongan manusia mulai awal hingga akhirnya diciptakan berjalan setelah selesainya acara di padang mahsyar.
Telaga Nabi Muhammad. Airnya adalah susu berwarna putih, baunya lebih semerbak daripada minyak misik. Gayungnya lebih banyak dari hitungan bintang gemintang. Barang siapa yang minum dari telaga ini, ia tak kan merasakan haus selamanya.
Surga, yang merupakan tempat pembalasan pahala. Alloh menyiapkannya bagi hamba-hambanya yang beriman. Mereka tinggal selamanya di dalamnya karena kemurahan Alloh semata. Di dalamnya terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati kita, dan yang tiada pernah dilihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah telintas dalam hati.
Neraka, tempat penyiksaan. Neraka disiapkan untuk para kafir, mereka dijerumuskan di dalamnya selamanya. Neraka juga tempat bagi kaum mukminin yang bermaksiat, tetapi selama masa yang dikendaki oleh Alloh, kemudian mereka dikeluarkan dari dalamnya, murni akan keadilan Alloh.
Melihat Alloh Ta’ala di surga, sesuai dengan keagungan dan kesucian kesempurnaannya.


Tanda-tanda Hari Kiamat
Menurut riwayat dalam beberapa hadits Rosululloh, tanda-tanda hari kiamat tersusun sebagai berikut:
Terjadinya longsor dan ambles di bumi bagian barat.
Terjadinya longsor dan ambles di bumi bagian timur.
Terjadinya longsor dan ambles di jazirah Arab.
Munculnya asap.
Keluarnya dajjal yang memimpin kaum yahudi untuk melawan kaum muslimin.
Turunnya Nabiyulloh Isa. Beliaulah yang akan membunuh dajjal dan mengembalikan Islam menguasai dunia.
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
Keluarnya binatang yang dapat berbicara dan mengingatkan manusia.
Terbitnya matahari dari arah barat.
Munculnya api di negeri Yaman.
Melihat banyaknya tanda-tanda hari Kiamat yang belum terjadi, padahal antara tanda-tanda tersebut juga masih terpisah jarak waktu yang lumayan lama, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tahun 2012 mustahil terjadi hari kiamat. Dulu juga pernah ada yang meramalkan kiamat akan terjadi pada tahun 1999, tapi ternyata juga tidak terjadi. Walhasil, tiada yang tahu kapan tepatnya terjadinya hari kiamat kecuali Alloh. Namun adanya hari kiamat memang wajib kita yakini dan pegang kuat-kuat. Wallohu a’lam.

Mahar Surprise

Di ceritakan; ada sepasang suami istri yang terkena problem dan mendekati pada broken home. Gara–gara sang suami dituduh istrinya tidak mau membayarkan maharnya yang telah disepakati. Akhirnya si istri melaporkan masalahnya ke seorang hakim di daerahnya, Yang berhasil menyeret suaminya ke meja hijau untuk dipersidangkan. Sang suamipun mendatangi tempat persidangan tadi.
Proses pertama si istri mengadukan masalahnya di depan hakim, yaitu, mahar 10 juta yang belum terbayarkan oleh suaminya. Pengaduan istri di terima oleh hakim jika ada saksi yang memberatkan, akhirnya, istri tadi mengajukan saksinya untuk angkat bicara.
Sudah menjadi peraturan bahwa saksi dalam menngutarakan penyaksiaannya harus menghadap ke wajah orang di saksikan tadi. Maka ketika saksi tadi mulai mengangkat dan meninggikan kepalanya untuk memelototi istri tadi tiba–tiba sang suami langsung berdiri dan berkata dengan keras (kerena besarnya rasa cemburunya terhadap istrinya): Sudah! Ngapain lu melototi istri gue, Sekarang gini saja pak Hakim, Saya mengakui bahwa saya punya hutang mahar sebesar 10 juta kepada istri saya dan saya segera membayarnya kontan. Melihat reaksi suaminya tadi yang menunjukkan besarnya rasa cinta dan rasa cemburu kepadanya, diapun langsung berkata tegas: Ya Pak Hakim mulai detik ini hutang mahar suami saya kepada saya, terbebaskan dan tidak akan saya menuntut lagi kepadanya.
Setelah itu juga Hakim tadi memerintahkan juru tulisnya untuk menulis cerita indah ini dalam buku cerita akhlaqul karimah.






Senin, Desember 14, 2009

TAUSHIAH BULAN DESEMBER

Generasi Rabbani Darimana Memulainya?


Dari Alqur'an al Karim adalah firman Allah ta'aalaa:
1)"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar"QS An Nisa':9.
(anak-anak yang lemah )
a). Dalam Iman dan Ilmu mereka selaku sarana yang mengantar pada ketinggian derajat mereka (QS al Mujadilah:11)
b). Sebab mereka menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan syahwat (QS Maryam:59)

2)"... Akan tetapi (Dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya"QS Ali Imran:79.
(Rabbaani) bahasa ini dinisbatkan kepada bahasa Ar Rabb di luar qiyasnya sebab orang tersebut mengenal Tuhannya (Ar Rabb) sekaligus selalu taat kepadaNya.
Dikatakan bahwa Rabbaani adalah seorang yang mentarbiyah (mendidik) manusia ilmu-ilmu dasar (kecil) sebelum ilmu-ilmu yang besar di mana dia berakhlak sebagaimana akhlak Allah dalam urusan tarbiyah.
Disebutkan pula bahwa Rabbaani ialah seorang yang mendidik manusia dengan ilmu, amal, semangat dan mencontohkan kepribadiannya.
Hal-hal tersebut berdiri di atas dua dasar:
a)Mengajarkan Alqur'an (karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab). Karena inilah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memiliki perhatian besar terhadap pengajaran Alqur'an khususnya bagi anak-anak kecil. Ini adalah tingkatan bagi pemula (al Mubtadi)
b)Mengkaji Alqur'an (dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya) artinya membaca Alqur'an dengan pelan agar bisa menghafal atau merenungi maknanya. Dari sini bisa dimengerti bahwa bahasa mempelajari (Ad Dars) lebih spesifik daripada bahasa yang pertama (Ta'lim). Bahasa Ad Dars juga menuntut adanya kondisi betul-betul memahami dengan kuat (Tamakkun). Ini adalah tingkatan bagi seorang yang telah berada di tingkatan atas (al Muntahi) karena Alqur'an adalah ensiklopedi dan gudang pengetahuan pertama kali yang dikenal oleh manusia.

Pinsip ini memberikan faedah:
1. Mengarahkan anak-anak untuk meyakini sesungguhnya Allah adalah Tuhan mereka dan bahwa Alqur'an ini adalah firmanNya
2. Meresapnya ruh Alqur'an ke dalam hati mereka dan bersinarnya cahaya Alqur'an dalam hati, pemahaman dan indera mereka.
3. Mentalqin mereka Aqidah Alqur'an sejak usia dini
4. Mereka akan tumbuh berkembang dalam kecintaan kepada Alqur'an dan memiliki ikatan dengannya; menjalankan perintah-perintahnya, menjauhi larangan-larangannya, berakhlak dengan akhlaknya serta berjalan sesuai manhaj-manhajnya sehingga mereka tumbuh di atas fitrah dan berikutnya cahaya-cahaya hikmah akan menerangi hati mereka sebelum dikuasai oleh hawa nafsu dan sebelum hati menjadi hitam oleh kotoran-kotoran maksiat dan kesesatan sebagaimana dikatakan dalam syair:
"Datang kepadaku keinginan kepadanya sebelum aku mengerti apakah sebenarnya keinginan itu Keinginan itu akhirnya mengenai hati yang kosong sehingga melekat begitu kuat".

3)"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu" ini memberikan isyarat Manhaj Rabbaani dalam mendidik generasi seperti dalam rumus ini:

Allah

Dari Hadits Nabawi adalah sabda Beliau shallallahu alaihi wasallam
"Pokok ilmu ada tiga macam sedang selain itu adalah fadhl; yaitu ayat muhkamah, sunnah qa'imah, dan hukum warisan yang adil"(HR Abu Dawud Ibnu Majah Hakim dari Ibnu Amar bin Ash ra. Hadits shahih/ lihat Faidhul Qadiir 4:386)
(Muhkamah) artinya jelas tak ada samar sama sekali (qa'imah) artinya tetap dan langgeng, terjaga dan terus diamalkan (adilah) artinya adil dalam pembagian.
(fadhl): - yang jamaknya adalah fudhuul yaitu sesuatu yang tiada kebaikan di dalamnya sehingga orang yang sibuk dengan sesuatu tak berguna disebut fudhuulii
- atau jamaknya fadhaa'il yaitu sesuatu yang ada kebaikan di dalamnya dan memang dianjurkan

Senin, Desember 07, 2009

RIHLAH 2

Ikhwan santri selesai melakukan perjalanan rihlahnya ke Jogja. Giliran alumni dan guru karyawan dilingkungan LPI Nurul Haromain yang melakukan rihlah. Dengan tujuan pantai Balekambang di Malang Selatan. Rombongan yang terdiri dari kurang lebih 13 kendaraan termasuk satu bis kecilnya ma'had berangkat pada pukul 08.00 wib dari ma'had Nurul Haromain. Dengan menempuh perjalanan lebih dari 2 jam, rombongan setelah tiba dilokasi pantai langsung "berhamburan" ke laut. Bermain dengan keluarga dan teman-teman seperjuangan serta didampingi oleh Murobbi, acara rihlah pada hari itu benar-benar memberikan kenangan tersendiri....

RIHLAH

Sholat Id sudah rampung, penyembelihan kurban sudah fix, tahallul sudah kelar, lantas tinggal satu agenda lagi yang dipersiapkan ikhwan ma'had. Yaitu rihlah ke Jogja...
Dengan mengendarai bis ma'had yang jumlah tempat duduknya lebih sedikit dari jumlah santri yang ikut rihlah, rombongan berangkat dari ma'had setelah sholat Isya. Di Jogja tujuan utama rihlah adalah pantai Parangtritis. Ada kesengajaan pada setiap event rihlah yang diadakan oleh ikhwan ma'had tempat wisata yang dituju berbau laut, pantai dan semacamnya, Dikarenakan "mungkin" mereka sudah sering banget ke gunung (lha pondoknya aja di gunung) dan di pantai lebih ramai orang yang berwisata daripada ke gunung..
Adapun rihlah yang dilaksanakan berbeda dengan rihlah yang diakukan orang pada umumnya. Jika orang lain rihlah biasanya hanya jalan-jalan, makan-makan dan seterusnya, ikhwan ma'had model rihlahnya lebih daripada itu. Selain menikmati pemandangan dan refreshing mereka juga melakukan "ritual" rihlah. Yaitu duduk menjadi satu kelompok dan melakukan acara sendiri. Qosidah, sholawatan, berpidato, berdoa bersama, sholat jamaah dan tentu saja membakar sate..

Saat temannya beraksi, yang lain pada "nutupi" kepala karena panas

Tidak lupa juga silaturrahim ke ulama' dan habaib (foto bersama habib Syekh)

DIBALIK LAYAR LIVE ONLINE

Sudah lebih dari sebulan siaran live ta'lim Abi lewat almuttaqin.tv berjalan. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan (mungkin banyak kurangnya), siaran live berjalan terus tiap pagi ba'da Subuh atau pada pukul 05.30 wib dan pada hari Kamis ta'lim dimulai lebih awal yaitu pada pukul 05.00 wib. Dengan peralatan yang bisa dibilang simple, yaitu sebuah handycam ( hasil sumbangan jamaah Surabaya) dan sebuah PC (pemberian dari TELKOM) siaran bisa berlangsung. InsyaAllah kedepannya tim siaran akan terus mengembangkan terus sistem, agar ta'lim online lebih bisa dinikmati, doakan...

Minggu, Desember 06, 2009

SETELAH NYEMBELIH, LALU....


Sholat Idul Adha sudah selesai, teman-teman santri sudah terlihat sibuk untuk mempersiapkan penyembelihan hewan korban, selain itu, mereka juga mempersiapkan diri untuk perjalanan menuju Jogja malam ba'da Isya.
Pagi itu suasana memang berbeda pada hari biasa, pada hari Jumat teman-teman ma'had biasanya tidak berada di ma'had, mereka meyebar ke daerah-daerah yang sudah ditentukan.
Ini adalah hari Idul Qurban, dimana hewan-hewan dipotong lantas dibagi-bagikan dan hari dimana teman-teman juga "mengorbankan" rambut kesayangan mereka untuk dihilangkan alias digunduli.
Bagi santri baru, hal ini agak membuat mereka tersenyum kecut. Karena di pesantren lain digundul identik dengan hukuman. Tapi bagi santri lama mereka malah menawarkan diri kepada "sang jagal" agar dipotong pertama kali. Agar mereka bisa langsung mengerjakan pekerjaan yang lain tanpa perlu menunggu lagi antrian pemotongan.
Jadi, kalau anda berkesempatan main ke ma'had Nurul Haromain pada waktu sekarang, jangan kaget kalau melihat santri-santri disini jadi AGUS (Agak GUndul Sedikit)....

habis gundul berpose dulu...(sikecil ikut gundul juga lho..)

tak lupa membantu teman agar gundulnya makin kinclong

Kamis, Desember 03, 2009

IDUL QURBAN


14 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Itulah jumlah hewan qurban yang diterima Ma'had Nurul Haromain pada tahun ini. Dengan jumlah hewan yang cukup banyak, prosesi penyembelihan dilakukan selama 3 hari, dimulai pada hari Jumat setelah sholat Idul Adha.

rame-rame memegang sapi korban

langsung ditangani dan disebarkan