10 HADIST TENTANG KEUTAMAAN ALQURAN


(Dirangkum oleh Masyhuda al Mawwaz)

Hadits Pertama
Keutamaan Kelompok Pembaca dan Studi Alqur’an
عن أبى هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :
" مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ تَعَالَى وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّـتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ "
Dari Abu Huroiroh ra. Dari Nabi SAW, sesungguhnya Beliau bersabda:
“Suatu kaum tidak berkumpul di salah satu rumah dari rumah – rumah Alloh (dalam rangka) membaca kitab Alloh dan mempelajarinya di antara mereka[1] kecuali ketentraman turun atas mereka, mereka diselimuti rohmat, dikepung malaikat (rohmat) dan Alloh menyebut[2] mereka di kalangan orang – orang di sisiNya[3] HR Muslim Abu Dawud
Hadits Kedua
Perbedaan Pahala Pembaca Mahir dan Pembaca tidak Mahir
عن عائشة رضي الله عنها قالت , قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
" أَلَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْءَانَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ . وَالَّذِى يَقْرَأُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ فَلَهُ أَجْرَانِ "
Dari Aisyah ra, dia berkata: Rosululloh SAW bersabda:
“Orang yang membaca Alqur’an dengan mahir[4] maka ia bersama para utusan[5] yang mulia lagi patuh[6]. Sedang orang yang membacanya (Alqur’an) dengan berat (repot membaca) maka baginya dua pahala[7] HR Turmudzi.
Hadits Ketiga
Pelajar dan Pengajar Alqur’an sebagai Manusia Pilihan
عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال :
"خِيَارُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْءَانَ وَعَلَّمَهُ "
Dari Utsman bin Affan ra. Dari Nabi SAW. Beliau bersabda:
“ Orang - orang pilihan kalian ada orang yang belajar[8] dan mengajarkan Alqur’an[9] HR Bukhori Abu Dawud Turmudzi Nasai Ibnu Majah.
Hadits Keempat
Mempelajari Alqur’an Sejak Dini[10]
عن أبى هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
" مَنْ قَرَأَ الْقُرْءَانَ شَابًّا يَقُوْمُ بِهِ ءَانَاءَ اللَّيْلِ وَءَانَاءَ النَّهَارِ يُحِلُّ حَلاَلَهُ وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ خَلَطَهُ اللهُ بِلَحْمِهِ وَدَمِهِ وَجَعَلَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ "
“Barang siapa yang membaca (mempelajari) Alqur’an di waktu muda, menetapinya di tengah malam di tengah siang, menghalalkan kehalalannya dan mengharamkan keharamannya maka Alloh pasti menyatukan (Alqur’an) dengan daging dan darahnya dan Dia menjadikannya bersama para utusan yang mulia yang taat” HR Baihaqi.
Hadits Kelima
Derajat Surga Sama dengan Jumlah Ayat – ayat Alqur’an
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
" يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْءَانِ : إِقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلتَكَ عِنْدَ ءَاخِرِ ءَايَةٍ تَقْرَأُ "
Dari Abdulloh bin Amar ra. Dari Nabi SAW, Beliau bersabda:
“Dikatakan kepada pemilik Alqur’an, “Bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti kamu membaca dengan tartil sewaktu di dunia. Sungguh kedudukanmu pada akhir ayat yang telah kamu baca[11]HR Abu Dawud Turmudzi Nasa’i Hakim Ibnu Hibban Baihaqi.
Hadits Keenam
Nilai Setiap Satu Huruf Alqur’an
عن عبد الله بن مسود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
" مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَـةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا . لاَأَقُوْلُ أَلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أََلفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ "
Dari Abdulloh bin Mas’ud ra. Nabi SAW bersabda:
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Alloh[12] maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan ( digandakan) sepuluh[13]. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim[14] satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Mim satu huruf”[15] HR Turmudzi. Hakim.
Hadits Ketujuh
Membaca Alqur’an sebagai Ibadah yang Paling Utama
عن النعمان بن بشير رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :" أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِيْ قِرَاءَةُ الْقُرْءَآنِ "
“Ibadah Umatku yang paling utama adalah membaca Alqir’an[16] HR Baihaqi.
Hadits Kedelapan
Mendengar Alqur’an Secara Seksama
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عبليه وسلم قال :
" مَنِ اسْتَمَعَ إِلَى ءَايَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ تَعَالَى كَتَبَ اللهُ لَهُ حَسَنَةً مُضَاعَفَةً "
]
Dari Abu Huroiroh ra. Dari Nabi SAW, Beliau bersabda:
“Barang siapa mendengar secara seksama (Istima’)[17] pada satu ayat dari kitab Alloh maka Alloh mesti menulis baginya kebaikan berlipat ganda” HR Ahmad.
Hadits Kesembilan
Satu Huruf, Maskawin Bidadari Surga
عن عمر رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
" أَلْقُرْءَآنُ أَلْفُ أَلْفِ حَرْفٍ وَسَبْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ أَلْفِ حَرْفٍ فَمَنْ قَرَأَهُ صَابِرًا مُحْتَسِبًا كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ زَوْجَةٌ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ "
Dari Umar ra. Rosululloh SAW bersabda:
“Alqur’an itu sejuta dua puluh tujuh ribu huruf, maka barang siapa yang membacanya dengan sabar dan semata mencari pahala dari Alloh (Ihtisaab) maka baginya untuk setiap satu huruf seorang isteri dari bidadari ” HR Thobaroni.
Hadits Kesepuluh
Membaca Alqur’an di Malam Hari
عن ابن عمر رضي الله عنه , عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
" مَنْ قَرَأَ فِى لَيْلَةٍ عَشْرَ ءَايَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ وَمَنْ قَرَأَ مِائَةَ ءَايَةٍ كُتِبَ مِنَ الْقَانِتِيْنَ "
Dari Ibnu Umar ra. Dari Nabi SAW:
“Barang siapa yang membaca sepuluh ayat[18] pada malam hari maka dia tidak akan pernah ditulis sebagai termasuk orang – orang yang lupa. Dan barang siapa yang membaca seratus ayat maka dia ditulis termasuk orang yang banyak beribadah” HR Hakim, Daarimi, Ibnu Abi Syaibah.


[1] Bergantian membaca, saling meneliti dan mengawasi bacaan masing – masing untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kesalahan.
[2] Memuji dan memberi pahala.
[3] Para nabi dan para malaikat yang mulia.
[4] Maksud Mahir di sini versi Imam Nawawi ialah lihai dan sempurna bacaannya.
[5] Para utusan di sini adalah para nabi dan rosul karena mereka manusia yang diutus sebagai penghubung antara Alloh dan para hambaNya. Ada pula pendapat bahwa maksud para utusan di sini adalah para malaikat yang berarti kelak orang – orang yang mahir membaca Alqur’an akan berada di suatu tempat mulia sejajar dengan malaikat.
[6] Maksudnya orang yang mahir membaca Alqur’an itu memperoleh banyak pahala
[7] Yaitu pahala membaca dan pahala kesulitan yang ditemuinya
[8] Dari Uqbah bin Amir ra. Nabi SAW bersabda yang artinya, “Sungguh jika salah seorang kalian datang ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat dari kitab Alloh maka itu lebih baik baginya dari pada dua unta…” HR Muslim.
[9] Pahala mengajar Alqur’an juga disebut dalam hadits:
مَنْ عَلَّمَ أَخَاهُ الْقُرْءَانَ حَجَّتِ الْمَلاَئِكَةُ إِلَى قَبْرِهِ كَمَا يَحُجُّ النَّاسُ إِلَى بَيْتِ اللهِ الْحَرَامِ
“Barang siapa yang mengajarkan Alqur’an kepada saudaranya maka malaikat akan berhaji ke kuburnya seperti manusia berhaji ke Baitulloh al Harom” HR Abu Nuaim.
[10] Maksud sejak dini adalah mempelajari Alqur’an sejak kecil. Ini berarti para orang tua wajib memperhatikan pendidikan Alqur’an bagi anak - anak mereka. Sebab jika pendidikan Alqur’an bagi anak - anak ditelantarkan maka sungguh hal ini menjadikan sebab kemarahan Alloh. Ibnu Abbas ra berkata, “Sesungguhnya Alloh marah sehingga karena kemarahanNya penduduk langit juga marah, lalu kemarahanNya ditolak oleh mengajarkan Alqur’an kepada anak - anak di surau” (Dituturkan oleh Imam al Qurthubi) dalam bahasa lain Ibnu Abbas ra berkata:
تَعْلِيْمُ الصِّغَارِ يُطْفِئُ غَضَبَ الْجَبَّارِ
“Mengajari anak – anak bisa memadamkan kemarahan Dzat Maha Memaksa”
[11] Kenyataan bahwa tingkat surga sama dengan bilangan ayat - ayat Alqur’an juga diperjelas oleh Ummu Darda’ yang mengaku sempat bertanya kepada Aisyah ra, “Apa keutamaan penduduk surga dari orang yang membaca Alqur’an atas orang yang tidak mengumpulkannya?” Aisyah ra menjawab, “Sesungguhnya bilangan tingkatan surga sesuai bilangan ayat – ayat Alqur’an. Barang siapa masuk surga dari orang yang telah membaca Alqur’an maka tiada lagi orang di atasnya”
Kepastian ini semakin memperjelas bahwa memang pada dasarnya manusia tidak masuk surga karena amalnya, tetapi semata karena ampunan dan rohmat Alloh, “Sesungguhnya kalian tiada seorang pun masuk surga karena amalnya?” “Termasuk engkau wahai Rosululloh?” tanya para sahabat. Rosululloh SAW menjawab, “Termasuk juga bukan aku, kecuali Alloh meratakan ampunan dan rohmatNya kepadaku”HR Bukhori. Meski demikian, posisi di surga ditentukan oleh banyak dan sedikitnya amal. Alloh berfirman:
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوْا
“Dan masing – masing orang memperoleh derajat (seimbang ) dengan apa yang mereka lakukan...”QS al An’aam: 132.
[12] Dalam riwayat Abu Syaibah dan Thobaroni dengan redaksi berbunyi, “Barang siapa membaca satu huruf dari Alqur’an maka karena itu ditulis baginya satu kebaikan...” .
[13] Ini bila membaca Alqur’an dengan tanpa wudhu, jika dengan wudhu maka pahala pun semakin bertambah. Sabda Rosululloh SAW yang artinya, “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Alloh dalam keadaan ia berwudhu maka baginya dua puluh kebaikan. Bila ia membacanya tanpa wudhu maka baginya untuk setiap satu huruf sepuluh kebaikan. Bila membacanya saat berdiri dalam sholat maka baginya untuk setiap huruf seratus kebaikan...”HR Qurthubi dari Hasan bin Rosyiq.
[14] Dalam riwayat Baihaqi dengan redaksi, “…aku tidak mengatakan Bismillaah, tetapi Ba’, Siin dan Miim. Aku juga tidak mengatakan AlifLaaammiim, tetapi Alif, Laam dan Miim.”
[15] Banyaknya pahala membaca Alqur’an ini sangat sayang jika dilewatkan. Karena itu semestinya setiap orang jangan sampai tidak bisa atau tidak mau membaca Alqur’an. Ibnu Mas’ud berpesan, “Pelajarilah Alqur’an, sebab sesungguhnya ditulis untuk setiap satu huruf sepuluh kebaikan”
[16] Dalam riwayat Abu Huroiroh ra. Nabi SAW bersabda:
أَعْبَدُ النَّاسِ أَكْثَرُهُمْ تِلاَوَةً لِلْقُرْءَآنِ
“Orang yang paling banyak beribadah adalah yang paling banyak membaca Alqur’an”HR Dailami
Keutamaan inilah yang menjadikan Abdulloh bin Mas’ud ra jarang berpuasa. Ditanyakan kepadanya, “Kenapa anda sedikit berpuasa?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya puasa menjadikan aku lemah membaca Alqur’an, padahal membaca Alqur’an lebih aku sukai daripada berpuasa”. Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Aku melihat Alloh dalam mimpi. Lalu aku bertanya, “Ya Tuhanku, sesuatu apakah yang paling utama menjadi (sarana) bagi orang yang ingin mendekat kepadaMu?” Alloh berfirman, “Dengan KalamKu wahai Ahmad” aku bertanya, “ Dengan memahami atau tanpa memahami?” Alloh berfirman, “Dengan memahami dan tanpa memahami” (al Matjarur Roobih / Abwaabu Qiroo’atil Qur’aan : 30)
.Karena membaca Alqur’an ibadah yang paling utama maka orang – orang yang bergelut dengan Alqur’an (Hamalatul Qur’an) juga menjadi manusia – manusia yang utama. Nabi SAW bersabda:
أَشْرَافُ أُمَّتِى حَمَلَةُ الْقُرْءَآنِ وَ َأصْحَابُ اللَّيْلِ
“Umatku yang paling mulia adalah para pembawa Alqur’an (bergelut dengan Alqur’an) dan para pemilik malam (Ahli Qiyamullail)” HR Baihaqi – Thobaroni.
[17] Imam Laits berkata: Tiada rohmat yang paling cepat mengalahkan rohmat yang datang kepada orang yang membaca Alqur’an dengan seksama. Berdasarkan firman Alloh:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْءَآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan ketika Alqur’an dibacakan maka dengarkanlah secara seksama dan perhatikanlah dengan tenang, pasti kamu mendapat rohmat” QS al A’roof: 204.
Ibnu Abbas ra berkata: “Barang siapa yang mendengar dengan seksama satu ayat dari Kitab Alloh yang sedang dibacakan maka baginya cahaya kelak pada hari kiamat”
Abu Darda’ ra berkata: “Pembaca dan orang yang mendengar secara seksama beroleh pahala yang sama”
[18] Dari Tamim Ad Daari ra. Dari Nabi SAW yang artinya, “Barang siapa yang membaca sepuluh ayat dalam satu malam maka ia ditulis termasuk orang – orang yang sholat dan tidak ditulis termasuk dari orang – orang yang lupa. Barang siapa yang membaca lima puluh ayat maka ia ditulis termasuk orang – orang yang menjaga sehingga pagi dan barang siapa yang membaca seratus ayat maka Alloh Maha Perkasa berfirman, “HambaKu berpayah keranaKu”…” HR Thobaroni Baihaqi. Dalam riwayat lain yang juga bersumber dari Tamim Ad Daari ra, Nabi SAW bersabda:
" مَنْ قَرَأَ فِى لَيْلَةٍ مِائَةَ ءَايَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوْتُ لَيْلَةٍ
“Barang siapa membaca seratus ayat dalam semalam maka ditulis baginya ibadah semalam” HR Ahmad, Darimi.
Share on Google Plus

About Bapak e Muhammad

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment