Kholid Bin Walid
Dari Ja'far Bin Kholid Bin Walid bercerita : "Saat perang berkecamuk, beliau kehilangan kopiyah beliau yang jatuh. Beliau juga ikut mencarinya di sela-sela dentingan pedang. Ketemulah kopiyah yang sudah usang. Ternyata di dalamnya terdapat rambut Nabi (bagian Ubun-ubun) saat beliau bercukur. Beliau lantas menaruh ke kopiyah itu".
Ada shohabat yang mendapatkan Jubah, Mangkok, Pedang, Panah, tempat celak dan lainnya yang kebanyakan tersimpan di musium Turki. Bahkan ada beberapa shohabat yang membawa peninggalan nabi hingga ke liang latah. Begitu besar cinta Shohabat pada Nabi. Ibarat bunga yang selalu berkembang tunasnya, cinta mereka pada Nabi tidak pernah hilang bahkan selalu tumbuh.
Sebelum menjadi muslim, ada pasukan yang “kurang baik”. Pada beberapa kondisi mereka ingin mencoba lagi. Si-prajurit lantas membawa Khomer di dalam wadah kulit. “prajurit, apa isi kantong ini ?”. Kata Si-prajurit “Cukak”. Sayyidina Kholid lantas berdoa “ Ya Alloh, jadikanlah isinya cukak”. Maka berubahlah isi wadah kulit itu menjadi cukak .
Ada 3 sifat Kholi bin walid yang terkenal : Keberanian, kemuliaan dan kepemimpinan . Ketika beliau diberhentikan oleh Umar bin Khotob, beliau langsung menerima dan masuk pada barisan pasukan.
Dalam perang Mu'tah, beliau menghabiskan 9 pedang. Sangat mahir berkuda. Dalam ekspedisi beliau banyak kabilah yang masuk islam ketika beliau masuk. Saat perang melawan Musailamah Al Kadzab, di dalam pasukannya terdapat Wahsyi yang bisa menumbangkan Musailamah.
Baca Artikel Lainnya : "Sedekah Menambah Harta"
Ketika beliau menjelang ajal, seluruh tubuhnya penuh dengan sisa luka. “Aku telah mengikuti ratusan perang bahkan lebih, tidak ada sejengkal dari tubuhku kecuali terdapat luka pukulan pedang, atau tusukan atau bekas panahan. Dan liahtlah sekarang diriku menghadapi kematian di atas kasur. Jangan berharap bisa tidur wahai para pengecut. Dan tidak ada bagiku amal sama sekali yang bisa saya harapkan dari pada “Lailaaha illalloh,” dan saya bergantung pandanya” .
Bermacam-macam shohabat yang bisa ditiru. Pada siapapun kita mencontoh maka kita akan mendapatkan petunjuk. Ada yang tegas seperti Umar bin Khotob. Ada yang bertasawuf seperti Usman bin Affan. Ada yang cerdas berperang seperti Kholid bin Walid.
=====
Abuya Ahmad sangat lebut mencontohkan “hati-hati pada marahnya orang yang lembut”. Ini terbukti ketika beliau ditanya mengenai pendapat beliau tetang Ayahanda beliau Abuya Muhammad, beliau menjawab : Seorang anak tidak akan melukai ayahnya.
Beberapa kalam beliau :
- “Sebelum belajar ilmu, belajarlah adab, beserta belajar ilmu barengilah dengan cahaya dan syekh (yang memandu)”.
- Yang dituju bukanlah derasnya hujan melainkan berlimpahnya buah.
- Target dari tarbiyyah hanyalah membentuk tokoh-tokoh
Blogger Comment
Facebook Comment