Pantaskah diriku mengeluh???.
Oleh ibnu Alwan
Sebuah kehidupan kadang beraneka ragam yang harus dihadapi, aral melintang harus dilalui dan seseorang harus terus menapaki hidup yang ada dengan kekuatan hati, kadang ada senang, terkadang juga ada susah dan kesedihan.
Masalah bukan untuk dihindari akan tetapi segala masalah harus dihadapi.
Semua orang tiada lepas dari hal diatas, sehingga kehidupan tetap terus berjalan meski kian terseok dengan seabrek permasalahan sampai seseorang menyongsong ke pekuburan dalam biduk kematian.
Kadang harapan tidak seperti kenyataan, kenyataan juga bukan seperti doa yang dipanjatkan.
Semua bukanlah Tuhan tidak kasih sayang, akan tetapi semua di dunia ini adalah bingkai ujian, yang disitu nanti tersimpan kasih sayang dalam bingkai ujian Tuhan.
Bingkai ujian juga berfungsi membedakan antara orang yang benar - benar jujur dalam penghambaan, ataukah hanya mencari nama baik dihadapan orang.
Inilah filter Tuhan untuk orang - orang yang pilihan.
Tak sedikit janji Tuhan menyatakan akan keutamaan orang yang tabah dalam menghadapi ujian dan terpaan cobaan.
Tak sedikit pujian juga diberikan kepada orang yang tegar dalam menghadapi segala kesusahan akan kehidupan.
Sampai - sampai Tuhan menyatakan bersama orang yang sabar.
Juga tiada balasan bagi orang yang sabar dan tabah kecuali surga.
Balasan yang terbesar dari Tuhan untuk orang yang tabah dalam menghadapi ujian tiada lain kecuali tanpa adanya perhitungan amal tatkala hari kiamat.
Begitu agung jika kita bisa memahami semua yang ada.
Semuanya merupakan format terbaik Tuhan untuk kita.
Tinggal kita menjalani dengan ridlo dan lapang dada, sehingga kita memperoleh ending yang indah dalam bingkai surga_Nya.
Mungkin tidak asing telinga kita mendengar bahwa " seorang muslim enaknya enak, gak enaknya juga enak ".
Yakni jika kita mengerti akan semua tujuan dibalik semuanya maka kita akan merasakan seperti ucapan diatas, tatkala diberi nikmat kemudian syukur maka disitu memperoleh dua kenikmatan.
Tatkala diuji kemudian sabar dan tabah maka akan memperoleh pahala yang besar dan juga dileburnya dosa dan kesalahan.
Tak ayal, kadang ada seseorang sabarnya luar biasa tatkala diuji sakit , diuji kemelaratan , diuji segalanya tetap tegar.
Semua tiada lain karena memahami akan nikmat yang kekal dihadapan Tuhan dan tidak sirna termakan oleh zaman.
Maka diakhir tulisan, kunci sukses meraih kebahagiaan dunia akhirat tersimpan dalam dua bingkai.
Bingkai kunci sabar dan tabah tatkala diterpa ujian dan cobaan.
Serta bingkai syukur tatkala mendapat kenikmatan dan kebagiaan.
Kedua kunci itu sangat mudah diucapkan akan tetapi sangat sulit untuk dipraktekkan dalam kehidupan.
Meski begitu kita harus selalu intropeksi diri kita, tatkala lupa maka segera kita tersadar atas segala yang ada.
Karena semua perlu latihan dan kebiasaan.
Tanpa ketekunan latihan dan kebiasaan, maka mustahil semua akan menggapai yang diharapkan.
Jika semua yang ada di dunia ini, apa yang diformat Tuhan untuk manusia adalah merupakan kebaikan, pantaskah kita mengeluh dan putus asa atas segala yang ada dalam kehidupan?.
Kita terus berdoa dan berharap akan kebahagiaan dunia akhirat kita.
Sebagaimana munajat para salaf sholih dalam mimik harapan yang besar kepada Allah subhanahu wata'ala " Nahnu abduka al ihsan, maa huu abduka al imtinan " , kami adalah hamba_Mu yang senang diberi kebaikan, dan kami bukanlah hamba yang kuat akan ujian.
Allohumma ashlih umuurol muslimin, wa ashlih man fii sholaahihim sholahul muslimin, wa ahlik man fii halakihim sholahul muslimin.
Wa shollallohu alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallam.wa alhamdulillahi robbil alamin.
Blogger Comment
Facebook Comment