Khatam Alqur’an Setiap Lima Hari
Abdullah bin Amar bin Ash ra, tercatat dalam sejarah lebih dahulu masuk islam daripada sang ayah, Amar bin Ash ra.

Demikianlah semangat Abdullah bin Amar bin Ash ra dalam beribadah. Dan ternyata bukan hanya shalat malam dan berpuasa di siang hari. Abdullah juga sangat gemar membaca dan mengkhatamkan kitab suci Alqur’an. Suatu hari ia datang dan berdialog dengan Rasulullah Saw:
Abdullah : “Wahai Rasulullah, dalam berapa hari saya membaca (khatam) Alqur’an?”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam sebulan!”
Abdullah : “Saya mampu lebih dari itu”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam dua puluh hari”
Abdullah : “Saya mampu lebih dari itu”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam lima belas hari”
Abdullah : “Saya mampu lebih dari itu”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam sepuluh hari”
Abdullah : “Saya mampu lebih dari itu”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam lima hari”
Abdullah menceritakan: “Maka Rasulullah Saw tidak memberiku lagi kemurahan" .
Kegemaran beribadah ternyata tidak mengurangi semangat Abdullah dalam mencari ilmu. Ia bahkan senantiasa mencatat segala yang pernah didengarnya dari Rasulullah Saw. Abu Hurairah ra bersaksi: “Tidak ada seorang pun yang lebih banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah Saw daripada diriku kecuali Abdullah bin Amar bin Ash ra; ini karena dia senantiasa menulis, sedangkan aku tidak demikian”.
Baca Artikel Lainnya : "Berkata Baik atau Diam"
Meski termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, akan tetapi riwayat dari Abdullah relatif lebih sedikit karena beliau tinggal di Mesir, sedikit orang-orang yang datang ke sana kala itu. Sementara Abu Hurairah tinggal di Madinah yang menjadi tempat tujuan banyak orang.
Termasuk ilmu Abdullah bin Amar adalah ilmu tentang perumpamaan-perumpamaan (matsal). Beliau mengatakan: “Aku menghafal dari Rasulullah Saw seribu perumpamaan”.
Blogger Comment
Facebook Comment