Manaqib Sayidina Hasan dan Husein ra
Inilah Cerita keteladanan seorang kakek terhadap seorang cucunya, yang hidup ditengah-tengah masyarakat jahiliyah pada zaman itu. Padahal pada masyarakat jahiliyyah sendiri tidak ada istilah merangkul anak, tetapi kakek yang satu ini memberikan sebuah contoh kepada kita semua untuk mencintai dan menyayangi seorang cucu. Kakek itu adalah Rosululloh SAW yang mempunyai dua orang cucunya yang sangat disayanginya yaitu Sayyidina Hasan dan Husein.

Kepemimpinannya memang sudah tercatat dalam sejarah, bahwa kepemimpinannya akan memberikan sebuah perdamaian antara dua kelompok besar kaum muslimin yang terjadi pergejolakan di dalam kaum muslimin.
Setelah Rosululloh wafat, maka muncullah Khilafah yang dipimpin oleh empat orang besar, yang menjaga ajaran-ajaran Rosululloh secara utuh, gejolak fitnah-fitnah mulai bermunculan ketika wafatnya Sayyidina Umar yang dijuluki dengan “Gembok Neraka Jahannam” oleh salah seorang Sahabat. Ketika Khilafah dipimpin oleh Sayyidina Ustman , maka muncullah gejolak-gejolak fitnah pada masa itu. Termasuk pada saat itu cicin Rosululloh hilang di bi’ru aris. Setelah Sayyidina Ustman wafat kemudian digantikan oleh Sayyidina Ali yang merasakan gejolak-gejolak yang sudah terjadi ketika dizaman Sayyidina Ustman, setelah Sayyidina Ali wafat, kemudian digantikan oleh Sayyidina Hasan, dimasa itupun kekuatan Muawiyyah sudah terbangun pesat dan besar, Akhirnya Sayyidina Hasan mengalah pada masalah ini dan memilih akhirat daripada menjalankan birokrasi ini, dan melemparkan jabatan kekhilafaan kepada Muawiyyah. “Ya Alloh Saya cinta kepada Usamah dan Hasan, maka cintailah keduanya”
Saat Muawiyah selesai menjabat kekhilafaan , kemudian di gantikan oleh Anaknya Yazid. Padahal menurut kehilafaan pada saat Rosululloh pergantian kekhilafaan itu dimusyawarahkan bersama-sama yang dipimpin oleh para raja-raja yang besar pada saat itu. Tetapi pada waktu Muawiyyah, dia langsung memberikan kepemimpinan langsung kepada anaknya yaitu Yazid, padahal catatan kepribadian dia tidak baik, akhirnya banyak orang-orang yang tidak setuju mengenai hal itu, akhirnya orang-orang iraq sendiri tidak setuju, akhirnya mereka mengirim surat ke Sayyidina Husein untuk diminta menjadi khilafah, mereka menyuruh Sayyidina Husein untuk pergi ke Kuffah kemudian Sayyidina Husein berangkat dengan keluarga beliau karena mendapatkan jaminan aman, tetapi di tengah-tengah perjalanan di daerah karbala banyak tentara-tentara yang dikirimkan oleh Ubaidillah bin Ziyad yang diutus oleh Yazid, akhirnya terjadilah peperangan antara keluarga Sayyidina Husein dan tentara yang sangat banyak kiriman dari ubaidillah bin Ziyad. Akhirnya terbunuhlah Sayyidina Husein. Ada beberapa orang yang membunuh pada saat itu adalah :
ثمر بن ذى الجوشن الضبائي
سنان بن سنان
Setela itu, mereka menyerahkan kepala Sayyidina Husein kepada Ubaidillah bin ziyad, kemudian Ubaidillah bin ziyad menaruh kepada Sayyidina Husein kedalam baskom, kemudian ia memukul kepala Sayyidina Husein di bagian mata dan telinganya, dan berkata :”Ganteng juga orang ini”.
Baca Artikel Lainnya :"Manaqib Mus'aib bin Umair"
Hadir pada peristiwa itu diantaranya adalah Zaid bin arqom : beliau berkata :“Angkat tongkatmu itu, demi Alloh aku melihat saat itu dua bibir Rosululloh mencium kedua gigi Sayyidina Husein” saat Ziyad menusuk gigi Sayyidina Khusein
kemudian Zaid bin Arqom menangis. Ibnu Ziyad kemudian berkata : “Kenapa kamu ini menangis, sekiranya kalau kamu ini tidak tua, akalmu tidak hilang, maka akan kubunuh kamu sekalian”. Akhirnya Zaid bin Arqom berkata dan berteriak : “ Wahai orang-oang arab, kalau sudah begini kalian akan menjadi budak-budak yang membunuh putra Fatimah, dan kalian akan mempunyai pemimpin murjanah (Ibnu Ziyad) ini orang yang membunuh orang-orang baik kalian, membuat budak-budak menjadi orang yang jahat, maka sangat jauh dari Rahmat Alloh bagi orang yang Ridho atas kehinaan seperti ini”
Anas juga hadir pada peristiwa itu, dan ia berkata : "Sayyidina Husein merupakan orang yang menyerupai Rosululloh, Rambut dan jenggot Sayyidina Husein memakai pacar dari daun wasmah". Kemudian muncullah orang yang ingin membalas, yang bernama Al-Mukhtar bin abi ubaid dan mengutus Ibrahim Al Astar untuk membunuh Ibnu Ziyad. Saat itu kepala Ibnu Ziyad diserahkan ke pada Al Mukhtar, saat di depan Al-Mukhtar datang ular yang halus yang masuk keluar ke kepala Ibnu Ziyad. Akhirnya kepala tersebut dikirim ke Muhammad Al Hanafiyah yaitu putra sayyidina Ali dan ada yang mengatakan juga dikirim kepada Abdulloh bin zubair. “Saya melihat Sayyidina hasan digendong oleh Rosululloh, dan Rosululloh berdoa" :
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ عَلَى عَاتِقِهِ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ
Blogger Comment
Facebook Comment