Menjadi Manusia Cerdas

Menjadi Manusia Cerdas


Begitu indah orang berkata :

إِنَّ ِللهِ عِبَـادًا فُطَـنَا   #  َطلَّقُوا الدُّنْيَا وَخَافُوا الْفِتَـنَا
نَظَرُوْا فِيْهَا فَلَمَّا عَلِمُوْا  #   أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ سَـكَنَا
جَعَلُوْهَا لُجَّةً وَاتَّخَذُوْا  #   صَالِحَ الْلأَعْمَالِ فِيْهَا سُفُـنَا

Nurul Haromain
Sesungguhnya Allah memiliki para hamba yang cerdas yang tidak terpesona oleh dunia dan bahkan mengkhawatirkan fitnah-fitnahnya. Mereka mengamati dunia, lalu ketika mengetahui bahwa ia bukanlah tempat tinggal bagi orang yang hidup Maka mereka menganggapnya sebagai samudera yang harus dilalui dengan perahu-perahu amal keshalehan

Dunia adalah tempat ujian dan fitnah secara fisik maupun psikis. Fitnah dunia sungguh semakin berat jika datang dari orang-orang yang hidup bersama kita, isteri-isteri dan anak-anak kita. Karena itulah Allah ta’ala memperingatkan agar kita tidak terjebak dalam fitnah ini yang secara khusus disebutkan oleh Allah ta’ala dalam firmanNya :

يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوْا...

“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya sebagian dari isteri-isterimu dan anak-anakmu adalah musuh bagimu maka waspadalah...”

Disebutkan bahwa ayat ini diturunkan terkait orang-orang yang telah masuk islam semenjak di Makkah dan bermaksud hijrah ke Madinah, akan tetapi langkah mereka surut dan tertahan oleh isteri-isteri dan anak-anak mereka. Demikian seperti dikatakan oleh Ibnu Abbas ra. Al Qadhi Abu Bakar bin Al Arabi mengatakan :

Ini menjelaskan sisi permusuhan yang dimaksudkan karena musuh bukanlah dianggap musuh kecuali sebab perbuatannya. Jadi apabila isteri dan anak berbuat seperti perbuatan musuh maka mereka berdua adalah musuh karena tidak ada perbuatan yang paling buruk daripada menghalangi antara seorang hamba dengan ketaatan.

Al Hasan (al Bashri) mengatakan :

Digunakan huruf Jarr “Min” untuk menunjukkan arti sebagian karena tidak keseluruhan mereka berubah menjadi musuh dalam arti sebagian mereka ada yang melakukan perbuatan melawan agama sehingga dengan perbuatan melawan ini mereka dianggap sebagai musuh yang perlu diwaspadai dan tidak boleh diremehkan akan bahaya dan keburukan mereka

Hal paling berbahaya yang bisa memberikan pengaruh kepada perbuatan melawan agama pada sekarang ini adalah terjadinya apa yang sudah beritakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam sabda Beliau :

...ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَـتْهُ...

“...kemudian akan ada fitnah yang memasuki seluruh rumah orang Arab (penduduk muslimin) tanpa terkecuali…”

“Termasuk tanda-tanda kiamat adalah anak-anak menjadi sumber kemarahan( orang tua)...” (HR Thabarani).

يَخْرُجُ فِى آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتِلُوْنَ الدُّنْيَا بِالدِّيْنِ يَلْبَسُوْنَ لِلنَّاسِ جُلُوْدَ الضَّأْنِ مِنَ اللِّيْنِ أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ وَقُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الذِّئَابِ  يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ :"أَبِىْ يَغْتَرُّوْنَ ؟ أَمْ عَلَىَّ يَجْتَرِءُوْنَ ؟ فِبِيْ حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولئِك مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الـْحَلِيْمَ مِنْهُمْ حَيْرَانَ

“Kelak di akhir zaman akan muncul orang-orang yang mencari dunia (harta benda) dengan (memperalat) agama. Mereka memakai busana halus dari kulit-kulit domba. Mulut mereka lebih manis daripada madu, padahal mereka berhati seperti serigala. Allah azza wajalla berfirman: “Apakah mereka terbuai oleh kemurahanKu? Atau apakah mereka telah berbuat lancang kepadaKu? Maka dengan-Ku Aku bersumpah sungguh Aku akan mendatangkan atas mereka itu fitnah yang akan membuat orang bijak (orang alim dan teguh beragama) di antara mereka pun merasa kebingungan”
Fitnah semacam ini dalam penilaian kita tidak lain adalah fitnah yang berkembang saat ini berupa TV, Komputer, Internet, Facebook, Twitter, HP dll bagi siapa saja yang tidak bisa mengambil manfaat positifnya, lagu-lagu, para selebritis dan konser-konser musik. Sungguh semuanya sudah mewabah dan disaksikan oleh seluruh orang. Karena seringkali bersentuhan sehingga hati menganggapnya biasa dan merasa kerusakan ini bukanlah hal yang serius serta tidak perlu dipermasalahkan. Laa haula walaa quwwata illaa billaah al aliiy al azhiim.

Rasulullah Saw bersabda :

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ingat, sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging; jika daging itu baik maka seluruh tubuh juga baik dan jika daging itu rusak maka seluruh tubuh menjadi rusak”

Hati yang rusak adalah hati yang sakit. Hati yang sakit adalah hati yang diliputi kegelapan. Hati yang sakit berbahaya bagi pemiliknya, dalam agamanya sebagai modal meraih keberuntangan dunia akhirat, juga dalam akhiratnya sebagai rumah yang langgeng dan abadi baginya.

Hati yang sakit bisa diidentifikasi melalui gejala-gejala yang muncul di mana yang paling dominan adalah bermalas-malasan dalam menjalankan ketaatan, merasa berat melakukan kebaikan-kebaikan, serta sikap rakus terhadap kesenangan dan kelezatan dunia, sama sekali jauh dari memperlakukan dunia sebagai ladang akhirat. Jika gejala-gejala tersebut muncul maka seseorang wajib berusaha melakukan terapi  pengobatan. Allah azza wajalla berfirman :

يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا ِللهِ وَالرَّسُوْلِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman!  penuhilah Allah jika Dia Memanggilmu menuju hal yang bisa membuatmu selalu hidup (menghidupkan hatimu)– dan ketahuilah bahwa  sesungguhnya Allah Menghalangi antara seseorang dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kalian dikumpulkan”

Ayat ini memberikan arahan untuk melakukan pengobatan hati dan berusaha selalu menghidupkannya dengan berbagai macam cara di mana yang paling memudahkan mencapai tujuan adalah dengan mencari seorang Guru Murabbi yang akan selalu membimbing dan mengarahkan, yang bisa melihat hati dan membersihkan akhlak,  yang akan memegang tangannya menuju Allah,  dan yang karena bershuhbah dengan guru itu Allah menjaga dirinya dari keburukan, hawa nafsu dan kemaksiatan.

Apabila tidak menemukan guru seperti itu maka mencari teman yang shaleh yang selalu memberi nasehat. Saran dan pendapat  teman seperti ini bisa membantu mengenali penyakit hati dan pengobatannya. Atau mencari Jamaah yang patut untuk bergabung di dalamnya agar bisa turut serta bersama yang lain dalam memperbaiki hati. Jika semuanya tidak ditemukan - sebagaimana kondisi mayoritas masyarakat sekarang ini yang susah mencari orang-orang yang bisa saling membantu dalam kebaikan dan kebenaran -  maka harus melakukan secara rutin iltizamat berikut ini :


  1. Menjalankan shalat dan keharusan-keharusannya yang berupa; mendirikannya, menjaganya, khusyu’, khudhur dan melanggengkannya. Sungguh shalat bisa menghilangkan kotoran-kotoran hati.
  2. Memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw karena shalawat bisa menambal keretakan hati.
  3. Membaca Alqur’an karena membaca Alqur’an bisa membersihkan karat-karat hati
  4. Merutinkan wirid-wirid dan dzikir-dzikir serta menghadiri majlis-majlis dzikir yang di antaranya adalah majlis ilmu.
  5. Menetapi Istighfar. Imam Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah mengatakan :
ابْحَثْ عَنْ قَلْبِكَ فِى ثَلاَثَةِ مَوَاطِنَ : عِنْدَ سَمَاعِ اْلقُرْآنِ وَفِى مَجَالِسِ الذِّكْرِ وَفِى أَوْقَاتِ الْخَلْوَةِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْهُ فِى هَذِهِ الْمَوَاطِنِ فَسَلِ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍ فَإِنَّهُ لاَ قَلْبَ لَكَ

"Carilah hatimu dalam tiga suasana; ketika mendengarkan Alqur’an, dalam majlis-majlis dzikir dan dalam waktu-waktu khalwah. Jika kamu tidak menemukkannya dalam suasana-suasana ini maka memohonlah kepada Allah agar menganugerahkan hati kepadamu karena kamu sama sekali tidak memiliki hati"

Ada do’a-do’a ma’tsur yang menjadi dalil adanya peluang merubah akhlak yang tercela seperti berikut :

أَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

“Ya Allah, sesungguhnya saya memohon perlindungan-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan seluruh binatang melata yang ubun-ubunya ada dalam genggamanMu . Sesungguhnya Tuhanku berada pada jalan yang lurus”

أَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ اْلأَخْلاَقِ وَاْلأَهْوَاءِ وَاْلأَدْوَاءِ

“Ya Allah, sesungguhnya saya memohon perlindungan-Mu dari akhlak yang mungkar, menuruti keinginan nafsu dan dari berbagai penyakit”

أَللَّهُمَّ اهْدِنِي لِصَالِحِ اْلأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لِصَالِحِهَا إِلاَّ أَنْتَ . وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّـئَها لاَيَصْرِفُ عَنِّي سَيِّـئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, tunjukkanlah diriku akan akhlak yang baik karena tidak ada yang menunjukkan akan  akhlak yang baik kecuali Engkau. Hindarkanlah keburukan akhlak dariku. Karena tak  ada yang menghindarkannya dariku kecuali Engkau”

=وَاللهُ يَتَوَلَّى الـْجَمِيْعَ بِرِعَايَتِه=

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment