Profesional (Melakukan yang Terbaik)
dalam Segala Hal
Dari Syaddad bin Aus ra. Nabi Muhammad Saw bersabda:
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah menuntut Ihsan (profesional, melakukan yang terbaik) atas segala sesuatu, jika kalian membunuh maka lakukanlah yang terbaik dalam cara membunuh, dan jika kalian menyembelih maka lakukanlah yang terbaik dalam cara menyembelih, dan hendaklah salah seorang kalian menajamkan pisaunya dan mengenakkan hewan sembelihannya”
Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no: 1955 dalam Kitab as shaed wa ad dzabaa’ih wamaa yu’kalu min al hayawan bab (11) al amr bi ihsaanidz dzabhi wal qatli wa tahdid as syafrati. Dalam riwayat Imam Ibnu Adiy dengan teks:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ مُحْسِنٌ فَأَحْسِنُوْا فَإِذَا قَتَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيُكْرِمْ مَقْتُوْلَهُ وَإِذَا ذَبَحَ فَلْيُحِدَّ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah dzat yang senantiasa melakukan yang terbaik (professional) maka lakukanlah yang terbaik. Jika salah seorang kalian membunuh maka hendaklah memuliakan orang yang dibunuhnya dan jika menyembelih maka hendaklah menajamkan pisaunya dan mengenakkan hewan sembelihannya”
Perowi Hadits
Nama aslinya adalah Syaddad ra. Sedang ayahnya adalah Aus ra. Kun’yahnya adalah Abu Ya’la atau Abu Abdurrahman. Syaddad masih keponakan penyair Rasulullah Saw, yaitu Hassan bin Tsabit ra. Syaddad dikenal sebagai seorang figur yang mengumpulkan ilmu dan hikmah, yaitu mengamalkan ilmu. Abu Darda’ ra memberikan kesaksian: “Sesungguhnya setiap umat memiliki seorang faqih dan adapun faqih umat ini adalah Syaddad bin Aus. Sesungguhnya sebagian manusia ada yang diberi ilmu tetapi tidak diberi hilm. Adapun Abu Ya’la, maka ia diberi ilmu dan juga hilm”
Dikatakan bahwa Syaddad memiliki dua hal yang membuatnya unggul di kalangan para sahabat Anshar; yaitu jelas jika berbicara dan mampu menahan amarah. Disebutkan bahwa setiap kali terbaring hendak tidur malam maka ia resah berganti posisi tidur sambil berkata: “Ya Allah, neraka telah membuatku terjaga dan mengusir tidur dariku” selanjutnya Syaddad bangun dan melakukan shalat hingga subuh datang. Syaddad tinggal dan menetap di Palestina hingga wafat pada tahun 58 H dalam usia 75 tahun.
Penjelasan Hadits
Perilaku profesional (melakukan yang terbaik atau melakukan kebaikan secara maksimal) adalah termasuk hal yang diperintahkan oleh Allah azza wajalla sebagaimana dalam firmanNya:
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan dan berbuat baik secara maksimal”
Dalam hadits ini Rasulullah Saw menegaskan bahwa perintah Allah dalam masalah berbuat adil dan professional adalah sebuah perintah yang memiliki hukum wajib karena beliau mengungkapkannya dengan kata Kataba yang dalam Alqur’an hampir seluruhnya memiliki arti kewajiban seperi dalam firman Allah tentang puasa (QS al Baqarah: 183), shalat (QS An Nisa’:103), perang (QS al Baqarah: 216), dsb. Selanjutnya Rasulullah Saw memberikan contoh secara gamblang tentang perilaku Ihsan dalam dua hal:
1. Membunuh orang yang memang berhak dibunuh seperti orang yang melakukan pembunuhan dsb. Maka cara membunuhnya adalah dengan cara yang terbaik berupa tindakan yang bisa mempercepat kematiannya di mana hal ini paling cepat adalah dengan memenggal kepalanya. Allah berfirman:
فَإِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَضَرْبَ الرِّقَابِ...
Rasulullah Saw bersabda:
لَا قَوَدَ إِلَّا بِالسَّيْفِ
Jangan sampai melakukan hukuman bunuh dengan cara membakar atau mencincang. Rasulullah Saw bersabda:
لَايُعَذِّبُ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ
Kepada pasukan yang dikirim ke medan perang, Rasulullah Saw berpesan:
لَا تُمَثِّلُوْا وَلَا تَقْتُلُوْا وَلِيْدًا
2. Jika menyembelih maka melakukan penyembelihan dengan cara yang terbaik yaitu menajamkan pisau yang digunakan untuk menyembelih dan tidak menampakkannya ke binatang kecuali saat penyembelihan dilakukan, tidak pula menyembelih binatang di hadapan teman atau induknya serta menghadirkan binatang itu ke tempat penyembelihan dengan cara yang baik (selembut mungkin).
Dua contoh perilaku ihsan ini juga berlaku dalam seluruh ajaran-ajaran Islam; maka kita harus berusaha melakukan yang terbaik ketika menjalankan perintah, ibadah dan muamalah, menjauhi larangan, mengemban dan menjalankan amanat.
Adalah hal yang sangat mudah melakukan sesuatu secara baik dan terbaik (professional) jika sesuatu itu menjadi kesenangan dan hobi. Masalah baru muncul ketika kita harus melakukan secara profesional sesuatu yang tidak kita sukai. Sementara pada kenyataannya tidak semua hal yang diperintahkan kita telah sampai pada maqam menyukai. Begitu pula halnya tidak semua amanat yang kita emban kita mampu dan bisa melakukannya secara profesional. Dalam kondisi seperti ini kita harus bersabar, dan mau belajar setahap demi setahap. Kita harus sabar untuk istiqamah melakukannya secara baik dan terbaik, terus menerus sehingga semakin bisa dan semakin bisa merasakan keindahannya. Semakin lama, semakin bisa dan semakin bisa merasakan indah. Di saat inilah akan muncul sesuatu yang bernama keahlian, sebuah hal yang kita mampu melakukannya secara professional (baik dan maksimal) sehingga kita menjadi seseorang yang memiliki nilai tinggi. Sayyidina Ali karramallahu wajhah mengatakan:
قِيْمَةُ الْمَرْءِ مَا يُحْسِنُ
Ketika seseorang mampu melakukan sesuatu hal baik terkait ibadah, muamalah atau pekerjaan baik apapun, maka ia akan mendapatkan bonus dari Allah berupa:
- Kecintaan Allah
Allah berfirman:
...إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
- Pahala Besar
لِلَّذِيْنَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَي وَزِيَادَةٌ
=وَاللهُ يَتَوَلَّي الـْجَمِيْعَ بِرِعَايَتِه=
Blogger Comment
Facebook Comment